Home Hukum dan Kriminal GM Pelindo III Semarang Menang dalam Gugatan Praperadilan

GM Pelindo III Semarang Menang dalam Gugatan Praperadilan

1046
Aksi damai simpatisan Polda Jateng dalam sidang pra pradilan di PN Semarang.

— Putusan Pra Peradilan Eror in Persona
— Polda Jateng Tetap akan Lanjutkan Penyidikan

Semarang, 29/6 (BeritaJateng.net) – Setelah seminggu sidang Pra Peradilan Pelindo III Semarang melawan Polda Jateng secara marathon digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, akhirnya Majlis Hakim memutuskan eror in persona atas penetapan tersangka GM Pelindo III Pelabuhan Semarang dan mengabulkan sebagian permohonan pemohon.

Dalam amar putusannya sebagaimana dibacakan Hakim Sigit bahwa berdasarkan undang-undang Perseroan dan anggaran dasar (AD) serta anggaran rumah tangga (ART) Pelindo justru yang harus bertanggungjawab secara hukum baik kedalam maupun keluar yaitu Direktur Utama Pelindo III yang berkantor pusat di Surabaya.

Hal ini sebagaimana juga disampaikan pihak Polda Jateng, Hartono yang memahami putusan hakim yang menetapkan tersangkanya bukan GM Pelindo III Semarang, tapi Dirut Pelindo III yang ada di Surabaya.

“Ya putusannya eror in persona, harusnya khan Dirutnya yang ada di Surabaya sebagaimana putusan hakim,” ujarnya.

Namun kendatipun demikian, pihaknya akan terus menindaklanjuti penyidikan dalam kasus ini, karena hanya salah menetapkan tersangkanya saja sedangkan prosedur serta materi pokok bahasannya sudah sah dan meyakinkan.

“Kami menghormati putusan hakim, tapi kasus ini tetap akan dilanjutkan penyidikannya,” ujar Hartono.

Sementara itu Sekretaris APBMI Jateng, Azhari Effendy justru merasa puas dengan putusan hakim, karena materi dilaporkannya ke Polda Jateng terkait adanya bongkar muat ilegal yang telah dilakukan Pelindo III Semarang benar adanya dan telah sah serta meyakinkan diputus pengadilan.

Sedangkan mengenai siapa tersangkanya bagi APBMI tidak ada masalah.

“Intinya APBMI Puas, karena apa yang dituduhkan APBMI adanya bongkar muat ilegal dibenarkan pengadilan, dan tersangkanya siapa saja nggak masalah,” tuturnya.

Selanjutnya salah seorang pengacara APBMI Jateng, Dedy Sulistiyo Koesoemodiarjo menilai putusan pra peradilan ini memang eror in persona yang tersangkanya dalam kasus ini bisa berubah menjadi Direktur Utama Pelindo III di Surabaya sesuai dengan undang-undang perseroan terbatas.

“Ya hanya ngeklik aja tersangkanya diganti oleh Polda menjadi Dirut Pelindo III yang berpusat di Surabaya,” ujarnya.

Namun Dedy pun nantinya tidak menutup kemungkinan, jika GM Pelindo III Semarang pun bisa ditetapkan tersangka lagi sesuai pasal 55 dan 56 KUHAP yang turut serta dan membantu.

“Bisa saja terkena pasal 55, 56 KUHAP,” imbuhnya.

Ditempat terpisah GM Pelindo III Semarang, Tri Suhadi merasa bersyukur dirinya lepas dari jerat hukum, namun ketika diminta komentar terkait akan adanya tersangka baru dalam kasus ini ia mengatakan tidak perlu ada tersangka.

“Saya pikir tidak ada yang perlu jadi tersangka, karena pertimbangan hakim sudah jelas dan aturannya sudah jelas,” ungkapnya melalui pesan singkatnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penetapan tersangka GM Pelindo III Semarang, TS oleh Polda Jateng cukup memakan lama selama 6 (enam) bulan dan baru mencuat ke publik setelah pihak pelindo melakukan penolakannya dengan unjuk rasa karyawan pelindo di kantornya dan secara hukum mengajukan pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Dan proses persidangannya pun cukup menyita perhatian publik karena banyak para simpatisan Polda Jateng yang secara terus menerus melakukan aksi damai di pengadilan. Kemudian dari pihak Pelindo pun tak tanggung-tanggung menghadirkan pakar hukum tata negara Yusril sebagai saksi di persidangan.

Namun pada akhirnya Hakim pun memutuskan kasus ini secara materi sah dan berlanjut, tapi tersangkanya eror in persona yang mestinya penanggungjawabnya sesuai peraturan perindangan yang berlaku. (RH/BJ)

Advertisements