Home Headline Gerbang Tani Jawa Tengah Sesalkan Kebijakan Impor Beras

Gerbang Tani Jawa Tengah Sesalkan Kebijakan Impor Beras

SEMARANG, 11/3 (Beritajateng.net) -Gerbang Tani Jawa Tengah menyesalkan rencana Pemerintah untuk mencabut kebijakan impor 1 juta ton beras. Kebijakan impor beras ini dinilai merugikan petani lokal. Kebijakan impor beras secara langsung diyakini akan berdampak pada kesejahteraan petani di Indonesia terlebih di tengah pandemi Covid 19.

Ketua Gerbang Tani Jawa Tengah, M. Chamim Irfani mengatakan, daya beli masyarakat, termasuk masyarakat petani sedang mengalami penurunan. kebijakan tersebut akan berdampak penurunan harga jual hasil panen padi petani serta membuat mental petani tertekan karena merasa kurang dihargai jerih payahnya selama ini.

“Ini secara psikologis akan berdampak ke tingkat kesejahteraan petani,” kata Chamim, Rabu (10/3).

Saat ini sedang memasuki masa panen raya padi, hal ini membuat harga gabah anjlok. Sementara, petani mendengar kabar pemerintah mau mengimpor satu juta ton beras. Hal ini tentu membuat petani menjerit terlebih di saat pandemi dan kita harus menolak rencana impor tersebut.

“Sekarang harga gabah di Blora misalnya cuma Rp.3.300 perkilonya, sebelumya bisa Rp. 4.300 perkilo,” imbuhnya

Ketimbang melakukan impor lebih baik pemerintah memberi penugasan untuk meningkatkkan serapan gabah oleh Bulog.

“Diharapkan pemerintah melalui Bulog dapat menyerap dan menampung hasil produksi padi di daerah-daerah,” ujarnya.

BPS telah merilis data potensi produksi beras pada bulan Januari hingga April 2021 ada sekitar 14 juta ton atau naik 26% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Tidak hanya itu, panen raya juga memiliki potensi surplus pada Januari hingga April sekitar 4,8 juta ton beras.

“Panen raya ini bisa memberikan surplus. Yang penting bagi kita adalah bagaimana kita mampu melakukan penyerapan gabah dari para petani,” tegasnya.

Pemerintah harus lebih mengantisipasi permasalahan yang akan muncul jika kebijakan impor tetap berjalan, terutama pada saat panen raya komoditas padi agar hasil panen lebih optimal untuk mencukupi pangan nasional.

“Mengingat impor akan berdampak pada penurunan harga jual hasil panen padi petani, serta membuat mental petani akan tertekan karena merasa kurang dihargai jerih payahnya selama ini, maka Gerbang Tani Jawa Tengah menolak tegas kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah” pungkas Chamim.

(NK)