Home Nasional Gempa Pidie Jaya Aceh, Wakil Bupati: 18 Warga Tewas

Gempa Pidie Jaya Aceh, Wakil Bupati: 18 Warga Tewas

Gempa Pidie Jaya Aceh, Wakil Bupati: 18 Warga Tewas

Aceh, 7/12 (BeritaJateng.net) – Sedikitnya 18 warga Pidie Jaya, Aceh meninggal dunia tertimpa bangunan saat gempabumi tektonik dengan kekuatan 6,5 SR terjadi di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh pada Rabu (7/12) sekira pukul 05.03 WIB.

Hal ini disampaikan wakil Bupati Pidie Jaya Aceh, Said Mulyadi. Menurutnya, gempabumi mengakibatkan banyak bangunan berupa rumah, masjid, ruko, toko, sekolah dan lain sebagainya ambruk.

“Kondisi rumah sakit sudah melebihi kapasitas dan tak dapat menampung warga. Kami membutuhkan tenaga medis dan dokter untuk membantu penanganan medis warga,” ujarnya.

Selain tenaga medis, alat berat untuk mengevakuasi korban meninggal dan tertimpa reruntuhan juga dibutuhkan.

Diwartakan sebelumnya, telah terjadi gempabumi tektonik dengan kekuatan 6,5 SR di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh pada Rabu (7/12). Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi pukul 05. 03.36 WIB dengan kekuatan M=6,5. Pusat gempabumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km. Gempa tidak memicu tsunami.

Gempa bumi Pidie Jaya Aceh
Gempa bumi Pidie Jaya Aceh

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, hasil analisis peta tingkat guncangan dari BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan kuat terjadi di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI). Seluruh wilayah ini diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempabumi berupa kerusakan ringan seperti retak dinding dan atap rumah bergeser.

Posko BNPB telah mengkonfirmasi ke BPBD. Dilaporkan gempa sangat kuat dirasakan selama 15 detik di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Pidie. Masyarakat panik dana berhamburan keluar rumah. Laporan sementara dari BPBD ada beberapa rumah dan bangunan roboh.

Bangunan di Kecamatan Bandarbaru Kabupaten Pidie Jaya roboh. Sebuah rumah di perbatasan antara Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya yaitu di Kecamatan Gelumpang Tiga Kabupaten Pidie juga roboh dan menimpa penghuninya. Juga ada 1 orang luka, 10 ruko roboh, 4 rumah roboh, beberapa tiang listrik roboh di Pidie Jaya.

Ada beberapa bangunan di Ulle Glee Kabupaten Pidie roboh. Sedangkan di Kabupaten Bireuen terdapat masjid yang rusak akibat gempa.

BPBD masih melakukan pendataan. Dengan pusat gempa dangkal dan sumber gempa berasal dari sesar aktif yang menjadi pembangkit gempabumi ini adalah Sesar Samalanga-Sipopok Fault yang jalur sesarnya berarah barat daya-timur laut diperkirakan bangunan tidak tahan gempa akan mengalami kerusakan.

BNPB masih terus melakukan kajian dan koordinasi dengan BPBD. Tim Reaksi Cepat BPBD sudah berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga pukul 5.30 WIB sudah terjadi gempabumi susulan sebanyak 5 kali dengan kekuatan terbesar M=4,8.

Hingga saat ini proses evakuasi korban dan meterial masih terus dilakukan. (Bj/EL)