Home Lintas Jateng Gelombang Tinggi, Aktivitas Pelayaran di Jepara Dihentikan

Gelombang Tinggi, Aktivitas Pelayaran di Jepara Dihentikan

image
Ilustrasi

Jepara, 11/12 (Beritajateng.net) – Syahbandar Jepara Yuniarso mengeluarkan larangan melakukan aktivitas di laut Jepara menyusul tingginya gelombang air laut.

“Larangan kami keluarkan sejak Rabu (10/12), meskipun pada Selasa (9/12) kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada sejumlah pihak termasuk nelayan,” ujarnya di Jepara, Kamis seperti dikutip Antara.

Ketinggian gelombang laut saat ini, kata dia, mencapai 2,3 meter dengan kecepatan angin mencapai 14 knot.

Sementara ketinggian gelombang laut di laut Karimunjawa, mencapai 2,5 meter.

Cuaca saat ini, kata dia, terlihat mendung yang cukup tebal sehingga kondisinya memang tidak aman untuk melaut.

Larangan melaut, tidak hanya diberlakukan untuk para nelayan, melainkan kapal penyeberangan maupun kapal berukuran besar lainnya juga sama dilarang melakukan aktivitas di laut.

“Hal itu demi keselamatan mereka karena gelombang laut kurang mendukung,” ujarnya.

Kapal cepat ekspres yang melayani penyeberangan dari Karimunjawa ke Jepara, kata dia, saat ini masih bersandar di Pelabuhan Karimunjawa karena jadwal keberangkatan menuju Jepara bertepatan dengan gelombang laut yang cukup tinggi.

Bahkan, lanjut dia, kapal pengangkut batu bara untuk PLTU Tanjung Jati B Jepara juga tidak bisa bersandar akibat tingginya gelombang laut setempat.

Camat Karimunjawa M. Taksin mengungkapkan bahwa menghadapi musim baratan dengan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi masyarakat sudah memperbanyak stok kebutuhan pokok, seperti beras dan bumbu-bumbuan.

“Mereka sudah terbiasa sehingga ketika aktivitas pelayaran terhenti tidak ada permasalahan,” ujarnya.

Ia berharap, stok kebutuhan pokok yang dimiliki masyarakat maupun stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji tersedia cukup hingga kembali normalnya cuaca di laut.(ant/pj)