Home Hiburan Gebyur Bustaman, Tradisi Unik Bersihkan Diri Jelang Ramadhan

Gebyur Bustaman, Tradisi Unik Bersihkan Diri Jelang Ramadhan

Prosesi Gebyuran Bustaman.

Semarang, 29/5 (BeritaJateng.net) – Selalu ada yang unik di kampung Bustaman. Salah satunya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, kampung Bustaman menggelar tradisi tahunan Gebyuran Bustaman, Sabtu (29/5) sore.

Salah seorang warga Bustaman sekaligus penggagas acara, Hari Bustaman mengatakan, Gebyuran Bustaman merupakan tradisi bersih diri dan hati menyambut bulan suci Ramadhan.

“Gebyuran Bustaman itu awalnya dimulai oleh kyai Bustaman, saat itu beliau dia nggebyur  (menyiram,Red) cucunya di sumur tua di kampung Bustaman yang telah berdiri sejak tahun 1743,” ujarnya.

Menurut Hari, ini sudah dilakukan kelima kalinya dan menjadi agenda tahunan di kampung Bustaman. Prosesi gebyur Bustaman dimulai dengan doa bersama oleh tokoh agama setempat. Sebelum gebyuran dimulai, warga akan menyiapkan bungkusan air. Ada yang di bungkus plastik, atau dengan gayung dan ember.

“Setelah doa di bacakan doa, warga memulai tradisi tersebut, saling lempar air, semua umur baik anak-anak, lansia, mapun remaja akan di lempar air hingga basah kuyup,” imbuhnya.

Tak hanya sampai disitu, pada tahun ini ada tambahan ritual pada acara pembuka yakni “tabur awu”. “Untuk tabur awu ini ibaratnya sebagai bentuk tolak balak, dan untuk coreng-coreng itu untuk membersihkan noda pada diri kita sebelum masuk bulan puasa,” katanya.

Setelah basah karena gebyuran dan saling lempar air, warga beramai memakan nasi gudangan dan oyol-oyol. Oyol-oyol serupa seperti bakso kecil yang rasanya pedas. Kerakraban terasa di kampung paska gebyuran.

“Aturannya, semua yang ikut gebyuran air tersebut, tidak boleh marah ketika basah,” katanya. (Bj05)

1 COMMENT

  1. Sebagai orang yang dilahirkan ditepi Kali Banjirkanal Barat, belum pernah dengar sejarah cerita macam ini. Ya, baik2 saja kalau riwayatnya memang begitu. Tidak asal dikarang2 demi cari popularitas ………..

Comments are closed.