Home Hiburan Gatot Brajamusti Dikeluarkan Secara Tidak Hormat Dari PARFI

Gatot Brajamusti Dikeluarkan Secara Tidak Hormat Dari PARFI

Jakarta, 7/9 (BeritaJateng.net) – Gatot Brajamusti saat ini telah menjadi tersangka setelah ditangkap atas kepemilikan narkoba pada hari Minggu (29/8/2016), di Lombok, NTB. Gara-gara status tersangka ini pula, Aa Gatot juga kehilangan jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

M Thamrin Lubis, Kepala Sekretariat PARFI menjelaskan posisi Gatot yang dicopot sebagai ketum PARFI. Menurutnya saat kongres itu terpilih dua DPO dan ketum. Karena yang menjabat sebagai ketum berstatus sebagai tersangka, maka ia langsung otomatis dicopot jabatannya.

“Ketum sudah tersangka, yang memegang DPO. Kalau ada kekosongan, AD ART menjelaskan DPO berhak menunjuk ketua. (Yang dilakukan Gatot) Itu melakukan kesalahan kode etik. Dalam AD ART memang, jika melanggar kode etik akan dikeluarkan secara tidak hormat,” jelas Thamrin.

Bukan hanya kehilangan jabatan, Polisi menggeledah ruang kerja Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti di Gedung PPHUI, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016) kemarin.

Dari ruangan tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa satu kemasan silver berisi serbuk putih yang diduga narkotika berjenis sabu.

“Kami temukan BB berupa satu kemasan warna silver isi serbuk putih di duga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,78 gram dan sebuah selang kecil seperti pipet pendek,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono dalam pesan singkatnya, Selasa (6/9/2016).

Awi mengatakan, barang bukti berupa serbuk putih yang diduga sabu tersebut diamankan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Rencananya, barang bukti tersebut akan dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk dilakukan pengecekan agar diketahui kandungan serbuk putih itu.

Dalam penggeledahan tersebut, disaksikan oleh dua orang kuasa hukum Gatot, pihak keamanan gedung Parfi dan pejabat sekertariat Parfi.

“Tersangka Gatot menolak untuk hadir, kami akan buatkan berita acara penolakannya,” kata Awi.

Penangkapan Gatot itu ditindaklanjuti dengan penggeledahan di rumahnya di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pekan lalu. Di rumah itu, polisi menemukan benda-benda terkait narkoba, senjata api, dan amunisi. (bj40)

Advertisements