Home Lintas Jateng Garap Taman di Pasar Rejomulyo, DKP Tunggu Kepastian Dinas Pasar

Garap Taman di Pasar Rejomulyo, DKP Tunggu Kepastian Dinas Pasar

Sambung rasa walikota Semarang bersama para pedagang pasar rejomulyo.

Semarang, 5/8 (BeritaJateng.net) – Program Pemerintah Kota Semarang membuat taman di lokasi bekas Pasar Kobong kini terkendala masalah lahan tersebut masih digunakan pedagang grosir ikan basah. Padahal, pedagang grosir ikan basah sudah diberikan pengganti tempat di Pasar Rejomulyo Jalan Pengapon.

Kabid Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota (DKP) Semarang Budi Prakoso mengatakan, untuk memanfaatkan bekas Pasar Kobong dijadikan tamanisasi Kota Semarang kini masih menunggu kepastian Dinas Pasar.

“Kami memang segera memanfaatkan lokasi bekas Pasar Kobong total untuk tamanisasi Kota Semarang, tetapi masih ada kendala dengan pedagang grosir, sehingga menunggu Dinas Pasar  menyelesaikan masalah tersebut terlebih dahulu,” kata Budi Prakoso.

Dikatakan, kalau Dinas Pasar belum dapat menyelesaikan masalah dengan para pedagang grosir ikan basah, maka Dinas Kebersihan dan Pertamanan, belum bisa memprogramkan lahan bekas Pasar Kobong untuk tamanisasi.

“Kami belum bisa memanfaatkan bekas Pasar Kabong untuk memprogram jadi taman, sebab persoalan Dinas Pasar dengan pedagang grosir ikan basah masih belum terselesaikan,” tegas Budi.

Menurutnya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang kini sikapnya hanya masih menunggu dari Dinas Pasar terhadap kesiapan pengosongan lahan bekas Pasar Kobong harus steril dari pedagang ikan basah yang aktivitasnya tiap malam.

Dikatakan Budi Prakoso, lahan bekas Pasar Kobong yang sudah dimanfaatkan untuk tamanisasi hanya masih 20 persen dari rencana keseluruhan luas lahan 2,5 hektar  di bekas pasar yang juga pernah dimanfaatkan untuk pasar unggas.

“Kalau kondisi bekas Pasar Kobong sudah steril, maka kami segera menindaklanjuti untuk menyusun program rencana pembangunan tamanisasi dari seluruh luas pasar untuk taman kota,” tambah penggemar makan durian Budi Prakoso.

Tetapi Budi Prakoso mempridiksi bahwa, target untuk mengubah bekas Pasar Kobong dijadikan tamanisasi Kota Semarang pada tahun 2018 nanti. Bekas Pasar Kobong sudah harus steril, tidak ada pedagang yang berjualan di sekitar pasar tersebut.

“Harapan kami, bekas Pasar Kobong benar-benar steteril untuk diprogram jadi tamanisasi Kota Semarang di pusat kota, dengan luas lahan 2,5 hekatr, secara keseluruhan,” tambah Budi Prakoso lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko saat dikonfirmasi menyatakan mendukung program Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang terhadap tamanisasi tersebut.

“Tetapi, kini Dinas Pasar akan melakukan simulasi terlebih dahulu terhadap pedagang pindahan. Kami mempersiapkan simulasi pindahan pedagang ke Pasar Rejomulyo,” tambah Trijoto Sardjoko. (Bj05)