Home DPRD Kota Semarang Ganti Lahan SMP Negeri 16 Hingga Kini Belum Ada Kejelasan

Ganti Lahan SMP Negeri 16 Hingga Kini Belum Ada Kejelasan

Kepala Dinas Pendidikan, Gunawan Saptogiri.

SEMARANG, 5/3 (BeritaJateng.net) – Penggantian lahan untuk SMP Negeri 16 Semarang yang sebagian bangunannya tergerus oleh pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang hingga sekarang belum ada kejelasan.

Kondisi SMPN 16 Semarang kini menyisakan separo lahan pasca proyek pembangunan tol Semarang – Batang. Rencananya, bangunan sekolah itu akan dipindahkan ke lokasi lain yang lebih memadai. Namun, masih menunggu pembayaran penggantian lahan.

Nilai penggantian lahan dan banguan SMPN 16 Semarang sebesar Rp 123 miliar. Rinciannya, Rp 112 miliar untuk tanah dan Rp 11 miliar untuk bangunan. Total nilai tersebut hingga saat ini belum dibayarkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyampaikan, pihaknya masih menunggu pembayaran penggantian untuk lokasi baru SMPN 16 Semarang.

Belum terbayarnya penggantian lahan, kata dia, lantaran proyek Jalan Tol Semarang – Batang sudah dihapus dalam proyek strategis nasional (PSN) seiring diterbitkannya Perpres 109.

“Itu tidak cuma di Semarang saja tapi beberapa tempat lain. Ini dari Kementrian PUPR sudah melayangkan surat untuk dimasukan kembali ke proyek strategis nasional. Kami tinggal nunggu perpresnya,” terang Gunawan, Jumat (5/3).

Dia berharap, dalam waktu dekat pembayaran penggantian lahan sudah dapat dilakukan. Namun, hal itu bergantung pada Pesiden RI, Joko Widodo, terkait perpres yang baru.

Ditekankan Gunawan, lahan pengganti SMPN 16 Semarang sudah ditentukan dan tinggal melakukan pembayaran kepada pemilik lahan. Rencananya, SMPN 16 akan dibangun di Jalan Prof Hamka, tepatnya sebelah Pizzahut Ngaliyan. Menurutnya, lahan pengganti lebih luas dibansing lahan SMPN 16 yang tergerus proyek Jalan Tol Semarang – Batang.

Di samping itu, pihaknya pun sudah menyiapkan desain untuk pembangunan SMPN 16 Semarang. Begitu penggantian lahan cair, pembangunan akan langsung dilaksanakan.

“Begitu pembayaran, kami bangun.
Yang jelas lebih bagus, lebih representatif,” ucapnya.

Kalangan DPRD Kota Semarang mengaku telah mempertanyakan perihal lahan pengganti tersebut. Artinya, Jalan Tol Semarang-Batang yang telah beroperasi ini masih meninggalkan utang penggantian lahan yang belum dibayarkan.

Nilai total penggantian lahan dan bangunan untuk SMPN 16 Semarang senilai Rp 123 miliar. Rp 112 miliar untuk tanah dan Rp 11 miliar untuk bangunan. Dari nilai tersebut seluruhnya belum dibayarkan.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengaku pihaknya telah berupaya menanyakan perihal lahan pengganti untuk SMP Negeri Semarang tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan kapan bisa terealisasikan.

“Kami berharap 2021 semoga saja bisa (dibayar),” ungkapnya.

Dikatakannya, belum tuntasnya penggantian lahan SMP Negeri 16 Semarang tersebut terkendala atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) 109 yang diteken oleh Presiden RI Joko Widodo.

Perpres tersebut memuat tentang penghapusan Proyek Strategis Nasional (PSN). Artinya, Jalan Tol Semarang-Batang yang semula termasuk dalam PSN, sekarang bukan termasuk PSN. Otomatis, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) tidak bisa membiayai penggantian lahan ruas tol yang di luar PSN.

“Sebetulnya tidak perlu mengubah Perpres, itu seharusnya bisa dicairkan. Mestinya dengan Perpres itupun tetap bisa dicairkan dan implementasikan di 2021. Tidak bisa dicairkan di awal tahun ini karena tidak masuk dalam program skala prioritas,” kata Anang.

Dia berharap pemerintah pusat segera menuntaskan penggantian lahan untuk SMP Negeri 16 Semarang tersebut. Sebab, hal itu merupakan kebutuhan mendesak untuk proses belajar mengajar. “Kendalanya hanya karena ada Perpres itu. Mudah-mudahan tahun ini bisa dicairkan. Harapannya, Tahun Ajaran Baru mendatang bisa ditempati oleh peserta didik,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Tol Semarang-Batang, Sudiyono sebelumnya menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan lokasi lahan pengganti yang disepakati, yakni di samping Pizza Hut Silayur Ngaliyan Semarang. “Telah dilakukan appraisal. Nilai total penggantian lahan dan bangunan untuk SMPN 16 Semarang ini Rp 123 miliar. Rp 112 miliar untuk tanah dan Rp 11 miliar untuk bangunan,” terang dia.

Pada 5 November 2020 pihaknya mengajukan Surat Permohonan Pembayaran (SPP) di Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), namun pada 20 November 2020 terbit Perpres 109 tersebut. “Istilahnya mangkrak dalam arti tertunda karena ada Perpres 109 tersebut,” katanya.

“Hingga saat ini, kami masih menunggu kejelasan terkait hal tersebut. Entah nanti dilakukan melalui dana talangan atau seperti apa, atau Perpres itu mau direvisi lagi, kami belum tahu,” ujar dia.

Sudiyono menegaskan bukan berarti penggantian tersebut batal, Bina Marga saat ini masih mengupayakan. “Tapi sumber dananya dari mana itu belum jelas. Usulannya sih Perpresnya direvisi, tapi yang jelas butuh waktu lama. Alternatif kedua dimasukkan investasi tol dengan cara ditalangi oleh Bina Marga atau dari APBN Murni. Proses ini masih berjalan, tapi kapan terealisasi yang saya tidak tahu,” katanya. (El)