Home Hukum dan Kriminal Ganjar Yakin Masih Banyak Musrenbang Fiktif

Ganjar Yakin Masih Banyak Musrenbang Fiktif

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.foto/ist
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.foto/ist
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.foto/ist

Wonosobo, 21/1 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku yakin masih banyak terjadi praktik musyawarah perencanaan pembangunan yang fiktif dan untuk formalitas saja di sejumlah daerah di provinsi setempat.

“Apa yang ada di Desa Limbangan, Wonosobo, sangat mungkin terjadi di daerah lain karena paradigma pemerintah daerah terhadap arti penting musrenbang masih lemah,” katanya di Wonosobo, Rabu.

Menurut Ganjar, jika musrenbang fiktif untuk formalitas terus dilakukan oleh perangkat pemerintah di berbagai tingkatan, maka pembangunan desa tidak akan dapat berjalan dengan baik.

Ganjar mengungkapkan bahwa sejak awaL menjabat sebagai Gubernur Jateng, dirinya telah mengkampanyekan reformasi musrenbang di semua tingkatan.

“Perencanaan pembangunan harus dilakukan secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Aparat pemerintah daerah, kata dia, masih banyak yang menyerahkan jadwal musrenbang kepada Pemprov Jateng hanya karena diminta dan tidak benar-benar melaksanakannya.

Terkait dengan hal tersebut, Ganjar menginstruksikan agar seluruh jajaran pemerintah daerah serius melaksanakan musrenbang sebab kebutuhan pembangunan berdasar kondisi riil di lapangan.

“Rakyatlah yang tahu pembangunan seperti apa yang dibutuhkan dan tidak bisa berdasarkan kira-kira,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menemukan jadwal musyawarah perencanaan pembangunan desa fiktif di Desa Limbangan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Rabu (21/1), saat melakukan inspeksi mendadak.

Berdasarkan jadwal yang dikirimkan Kecamatan Watumalang melalui Pemerintah Kabupaten Wonosobo kepada Pemerintah Provinsi Jateng, musrenbangdes seharusnya dilaksanakan pada Rabu (21/1) di Balai Desa Limbangan, namun saat Ganjar sidak ternyata tidak ada kegiatan apa pun.

Mengetahui hal tersebut, Ganjar mengaku kecewa dan langsung menanyakan kepada Kepala Desa Limbangan Sutarmin dan Kepala Dusun Limbangan, Panggung Suparni, mengenai mengapa musrenbangdes tidak dilaksanakan.

Di hadapan Ganjar, kedua perangkat desa itu menyatakan tidak mengetahui jika hari ini ada jadwal pelaksanaan musrenbangdes.

Ganjar kemudian menumpahkan kekesalannya kepada Camat Watumalang Bambang Sutarno dan Kepala Bappeda Wonosobo Amin Suradi yang datang menyusul.

Kepada dua pejabat itu, Ganjar menanyakan mengapa jadwal musrenbangdes tidak dikirimkan ke kecamatan dan desa.

Sidak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu dilakukan di sela perjalanan dinas menuju Kabupaten Banjarnegara untuk menyerahkan bantuan kepada korban terdampak bencana tanah longsor di Desa Karangkobar. (Ant/BJ)