Home Lintas Jateng Ganjar Tinjau Pasar Darurat Wonosobo

Ganjar Tinjau Pasar Darurat Wonosobo

image

Wonosobo, 3/1 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sabtu, meninjau bekas Pasar Wonosobo yang terbakar pada 22 Desember 2014 kemudian juga menyaksikan langsung persiapan pembuatan pasar darurat untuk menampung para pedagang.

Ganjar memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo, khususnya kepada Bupati Wonosobo Kholiq Arif dan asosiasi pedagang Pasar Induk Wonosobo atas respons cepat dalam mengatasi kebakaran Pasar Induk Wonosobo.

Ia mengatakan respons cepat ini salah satunya ditunjukkan, sehari setelah kebakaran bupati meneleponnya dan menyampaikan kronologis kebakaran dan langkah penanganannya.

Ketika dia menanyakan apa yang perlu dibantu Pemprov Jawa Tengah, bupati menyatakan sudah bisa menanganinya dibantu instansi terkait, untuk itu dia berinisiatif melihat langsung kondisi pasar dan pedagang di pasar penampungan sementara, sembari melihat kondisi infrastruktur jalan di Jawa Tengah sebelah selatan, khususnya di wilayah Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung.

Kepada asosiasi pedagang Pasar Induk Wonosobo, Ganjar juga memberi apresiasi, karena tetap guyub, rukun dan cepat dalam mencari solusi dengan menggunakan kepala dingin, karena mereka sadar kalau kondisi sudah seperti ini, kepentingannya adalah kepentingan ekonomi bersama, dan bagaimana mereka bisa berdagang lagi.

Ganjar menyoroti banyaknya kejadian kebakaran pasar padahal sedang musim hujan, seperti kejadian di Pasar Induk Wonosobo dan Pasar Klewer Solo.

Ia telah berbicara dengan orang-orang teknik, kemungkinan hal tersebut karena masalah kelistrikan, untuk itu dia meminta agar jaringan listrik di pasar harus diperbaiki dan dijaga bersama-sama.

“Kalau pedagang mau pasang stop kontak sendiri harus berhati-hati dan semua pedagang harus izin pada instansi berwenang, jika perlu dibuat aturan sebelum pasang stop kontak atau jaringan listrik harus izin dan dicatat per kios berapa maksimum kapasitasnya,” katanya.

Ia meminta agar sistem pengamanan listrik dilakukan dengan baik dan dalam konteks kebencenaan perlu ada latihan kebakaran atau simulasi bagi pedagang sehingga saat ada kejadian bisa tahu tindakan apa yang harus dilakukan.

Termasuk nantinya dalam pembangunan Pasar Wonosobo yang baru perlu dipikirkan mekanisme atau skema ke mana jalur evakuasi orang dan barang saat terjadi kebakaran serta mobilitas mobil pemadam kebakaran.

Gubernur meminta kepada para pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Wonosobo untuk tetap tabah dan tenang karena pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat tidak tinggal diam. (Ant/BJ)