Home Lintas Jateng Ganjar : Perlu Revitalisasi Pabrik Gula

Ganjar : Perlu Revitalisasi Pabrik Gula

image

Sragen, 5/12 (Beritajateng.net) – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan perlu revitalisasi pabrik gula (PG) atau membuat yang baru untuk mencapai swasembada gula karena pabrik yang ada saat ini sebagian besar sudah tua.

“Pabrik gula yang ada sekarang merupakan peninggalan jaman kolonial, jelas ini sudah tidak efisien lagi kalau dipertahankan,” kata Ganjar Pranowo di sela mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika melakukan kunjungan kerja di PG Mojo Sragen, Jumat.

Ganjar Pranowo mengatakan untuk melakukan revitalisasi atau membuat pabrik baru, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga telah menyanggupi untuk menyediakan dana.

“BRI telah menyediakan dana sebesar Rp7 triliun dan bahkan dana tersebut sudah disiapkan lama, sejak Pak Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden semasa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sampai sekarang belum digunakan,” katanya.

Gubernur Jateng mengatakan tidak dimanfaatkannya dana yang disediakan oleh BRI itu karena bunganya terlalu tinggi. “Ya kalau sekarang saya belum mengerti tetapi yang jelas Jateng siap untuk mendukung program swasembada gula ini,” katanya.

Ia mengatakan Jateng telah menyiapkan tiga pabrik gula untuk direvitalisasi atau membangun yang baru. “Ya kalau masalah tanah yang jelas ada tetapi tidak bisa diumumkan sekarang nanti saya takut ada yang main pembebasan lahan,” katanya.

Ia mengatakan untuk membangun atau melakukan revitalisasi tiga pabrik gula itu membutuhkan dana Rp6 triliun. “Ya untuk melakukan revitalisasi atau membangun pabrik ini satu pabrik paling cuma Rp2 triliun dan kalau tiga ya butuh dana Rp6 triliun,” katanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi Menko Perekonomian Sofyan Dalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan tamu undangan lainnya juga meninjau ke dalam PG Mojo yang baru saja selesai masa giling.

PG Mojo berada pada musim giling tebu tahun 2014 sejak awal Mei dan berakhir Oktober. Setelah selesai musim giling diadakan perbaikan mesin-mesin, untuk mempersiapkan giling kembali tahun 2015.

PG Mojo merupakan peninggalan jaman kolonial yang sudah tua sehingga setiap selesai musim giling harus dilakukan pengecekan dan perbaikan terhadap mesin-mesin itu.(ant/pj)