Home News Update Ganjar Panggil Tim Pencari Fakta Soal SMAN 3 Semarang

Ganjar Panggil Tim Pencari Fakta Soal SMAN 3 Semarang

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) saat berdialog dengan tim pencari fakta tidak lolosnya siswa SMAN 3 Semarang ke SNMPTN.

— Ganjar Telepon Mendikbud
— Soal Tidak Lolosnya Siswa SMAN 3 di SNMPTN

Semarang, 14/5 (BeritaJateng.net) – Permasalahan tak lolosnya ratusan SMAN 3 Semarang menyita perhatian Gubernur Jawa Tengah, siang tadi Sabtu (14/5) Ganjar Pranowo memanggil Tim Pencari Fakta guna mencari tahu fakta-fakta yang menyebabkan gagalnya siswa SMA 3 Semarang lolos SNMPTN.

Dialog cukup lama terjadi antara dua anggota tim pencari fakta dan Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh. Setelah mendengarkan hasil investigasi tim, Ganjar menelepon Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan.

Dalam percakapan telepon tersebut, Ganjar meminta Anies Baswedan untuk membuka sistem SNMPTN secara transparan bersama-sama untuk mencari tahu kondisi riil dan mengungkap fakta-fakta permasalahan.

“Kita sudah audit saat awal berita muncul. Kita akan kembali review, agar ketahuan sistemnya yang bermasalah atau permasalahan individunya,” ujar Anies saat bercakap dengan Ganjar via phone.

Anies pun mendukung usul Ganjar untuk membuka transparansi SNMPTN. Tak hanya menghubungi Mendikbud, Ganjar juga mencoba menghubungi Menteri Riset dan Teknologi M Natsir namun tidak tersambung.

Dari keterangan staf Kemenristek, M Natsir sedang berada di pesawat. Ganjar kemudian bermaksud menelepon Ketua Panitia SNMPTN Prof Rahmad Wahab yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

Ganjar menjelaskan, publik harus tahu kebenaran, apakah kesalahan sistem ataukah kesalahan individunya.

“Panitia SNMPTN bersikukuh benar, pihak SMAN3 juga mengatakan demikian. Keduanya sama-sama ngotot benar,” papar Ganjar.

“Laporan tim investigasi menemukan fakta bahwa SMA 3 sudah tanya perihal nilai mapel Kimia yang kosong ke panitia. Panitia melalui call center SNMPTN waktu itu mengatakan nilai kosong tidak apa-apa karena pada tahun sebelumnya akan terinput otomatis jika tidak diisi. Ternyata belakangan bermasalah, artinya ini ada misskomunikasi,” terangnya.

Kesalahan sistem ini semakin menguat karena tidak hanya SMAN 3 Semarang yang bermasalah. SMA di Banyuwangi dan Lampung yang mengalami kegagalan SNMPTN serupa. 

Namun bukan berarti pihak sekolah sepenuhnya lepas dari tanggung jawab. Sebab kisruh SNMPTN itu tidak akan terjadi jika pihak sekolah lebih cermat dan hati-hati dalam mengolah informasi serta aktif berkoordinasi dengan panitia SNMPTN. (Bj05)