Home Headline Ganjar Minta Polisi Tuntaskan Kasus Staff Khusus Kepresidenan Gadungan

Ganjar Minta Polisi Tuntaskan Kasus Staff Khusus Kepresidenan Gadungan

Atribut yang dibawa Staff Khusus Presiden Gadungan
KTA dari salah satu Staff Khusus Presiden gadungan
KTA dari salah satu Staff Khusus Presiden gadungan

Karanganyar, 28/1 (Beritajateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta jajaran Kepolisian Daerah provinsi ini mengusut tuntas kasus dugaan penipuan yang dilakukan seseorang yang mengaku staf khusus Presiden Joko Widodo.

“Kasus yang menggunakan modus seperti ini jangan dibiarkan karena sudah banyak terjadi, dan harapan saya Polda Jateng mengusut tuntas kasus staf khusus gadungan presiden,” kata Ganjar di sela kunjungan kerja di Kabupaten Karanganyar, Rabu malam.

Ganjar juga mengingatkan seluruh kepala daerah di Jateng agar waspada dan selalu melakukan pengecekan jika didatangi pihak-pihak yang mencurigakan.

“Kepala daerah tidak perlu takut untuk mericek karena pemerintahan saat ini sangat terbuka dan mudah dihubungi,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengamanjan seseorang yang mengaku dari Kementerian Sekretariat Negara sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo, sebelum diserahkan ke kepolisian karena diduga akan melakukan penipuan.

Orang yang mengaku staf khusus presiden itu datang menemui Ganjar pada Selasa (27/1) pukul 09.30 WIB dengan membawa surat tugas akan melaksanakan monitoring perjalanan dinas di Jateng.

Ganjar mengaku langsung menghubungi Menteri Negara Pratikno, yang diterima salah seorang stafnya karena curiga setelah sempat berbincang sebentar berbincang sebentar dengan orang yang mengaku staf khusus Presiden Jokowi.

Ganjar juga menghubungi anggota Kepolisian Daerah Jateng agar menangkap orang yang mengaku staf khusus gadungan presiden itu.

Menurut Ganjar, saat hendak diamankan dan dibawa ke Mapolda Jateng guna kepentingan pemeriksaan lebib lanjut, salah satu rekan orang yang mengaku staf khusus Presiden itu sempat mengatakan bahwa dirinya anggota Komisi Pemberantasan Korupsi.

Setelah didesak oleh polisi, orang itu akhirnya mengaku hnaya seorang anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Berdasarkan kartu tanda penduduk yang diserahkan ke polisi, orang yang mengaku staf khusus presiden itu bernama Supardi (51), beralamat di Graha Persada Sentosa Blok B.4 Nomor 9 RT 015 RW 011, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Selain surat dinas dari Kementerian Sekretariat Negara, Supardi juga membawa lencana dan kartu tanda anggota staf khusus Presiden Jokowi.(ant/bj02)

Advertisements