Home Hukum dan Kriminal Ganjar Kaget Dengar Bupati Klaten Ditangkap KPK

Ganjar Kaget Dengar Bupati Klaten Ditangkap KPK

SEMARANG, 30/12 (BeritaJateng.net) – Provinsi Jawa Tengah yang mendorong tolak adanya suap, pagi tadi dikejutkan dengan penangkapan Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Pejabat Pemerintahan Kabupaten Klaten dan Wakil Bupati Klaten, Sri Hartini. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang sedang melantik jabatan para Pejabat pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terkejut mendengar penangkapan tangan pejabat Kabupaten Klaten yang tertangkap tangan KPK mengenai suap Mutasi Jabatan.

Ganjar merasa terkejut saat mendengar adanya kejadian tersebut. Ganjar mengaku tidak mengetahuinya. Ditengah permasalahan di Kebumen terkait kasus korupsi, dengan adanya permasalahan ini Ganjar merasa terpukul mendengarnya.

“Hah.. kapan?. Oh.. tadi pagi, Bupati mana?. Saya belum mendengar (dengan wajah terkejut) saya belum.. belum dengar saya. Ya, yang pertama saya memang belum mendengar, kalau memang ini ada.. ya.. ‘bangsa memang belum belajar ya.., apalagi di Jateng’ (dengan sedikit geram). Beberapa waktu lalu, kejadian di Kebumen juga belum tuntas ya, terus mendengar ini, jadi ya.. mengejutkan ya,” terang Ganjar, dalam pelantikan Jabatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (30/12).

Ganjar juga merasa, seharusnya ini tidak terjadi, mengingat intergritas para pejabat pemerintahan. Untuk selanjutnya, Ganjar akan menanyakan hal tersebut dan mengecek kebenaran atas kejadian tersebut.

“Kalau itu terjadi.. ya.. ‘kita meh ngomong tok ngono lo’ (kita mau ngomong saja gitu lo), karena saat kita kumpulkan bareng-bareng KPK juga itu, semua mempunyai Intergritas yang menurut saya dikteken. Teken itu sebenarnya bagian dari, sumpah. Kalau tidak, ya.. disumpahi. Kalau disumpahi jadi jelek nanti. Doa saya, mudah-mudahan tidak. Nanti, kita segera cek apa yang terjadi”.

Menurut Ganjar Pranowo, permasalahan tersebut menjadi pukulan yang telak bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Ditengah Pemprov Jateng yang mendorong itu ‘tidak adanya suap’, jika itu terjadi, dengan dua kejadian itu jadi pukulan telak bagi Pemprov Jateng. Akan segera kita kumpul semua”. Tegas Ganjar. (ED/EL)