Home Lintas Jateng Ganjar Instruksikan Jateng Bebas Jalan Rusak

Ganjar Instruksikan Jateng Bebas Jalan Rusak

image
Ilustrasi

Semarang, 7/1 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, khususnya Dinas Bina Marga, agar secepatnya melakukan perbaikan sehingga seluruh jalan di provinsi setempat tidak ada yang rusak atau berlubang.

“Saya tantang teman-teman di Jateng agar jalan-jalan tingkat provinsi ini tanpa lubang pada akhir Januari 2015,” katanya di Semarang, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Ganjar usai memimpin rapat koordinasi bersama jajarannya, yakni Dinas Bina Marga, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, membahas perbaikan berbagai infrastruktur.

Terkait dengan perbaikan jalan rusak, Ganjar ingin memaksimalkan fungsi pengawas jalan guna mewujudkan Provinsi Jateng bebas jalan berlubang.

Menurut dia, pengawas jalan dapat diberdayakan untuk mengecek kerusakan jalan-jalan rusak di sejumlah daerah.

“Seorang pengawas jalan bisa melakukan pengecekan jalan sepanjang 30-50 kilometer, dan jika menemukan jalan rusak segera dipotret dan ditandai kemudian segera dilakukan penambalan,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Ganjar mengakui bahwa Pemrintah Provinsi Jateng saat ini masih kekurangan alat berupa “asphalt mixing plant” yang digunakan untuk menambal jalan-jalan yang rusak.

“Dengan penambalan tersebut memang tentu belum mulus, tapi minimal tertambal dulu dan kalau semua itu dapat berjalan maka akan saya jadikan sistem mekanisme untuk jalan, di samping ada pembuatan sistem informasi di jalan,” katanya.

Dalam proses perbaikan jalan rusak di Provinsi Jateng, Ganjar berencana melibatkan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di berbagai daerah setempat.

Ganjar berharap rencana melibatkan pelajar SMK dalam perbaikan infrastruktur itu dapat direalisasikan dalam waktu dekat dan pada praktik di lapangan nanti satu SMK diajak bekerja sama atau diberi wewenang memperbaiki satu ruas jalan yang rusak.

“Selain pelajar SMK, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga dapat dilibatkan dengan kesempatan yang lebih besar dan secara berkelanjutan dalam memperbaiki infrastruktur di Jateng berupa kuliah kerja nyata (KKN) yang tematik,” ujarnya.

Seperti diwartakan, jumlah anggaran infrastruktur pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Tengah 2015 mengalami peningkatan sebesar 100 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Anggaran infrastruktur Jateng pada 2014 sebesar Rp1,255 triliun, sedangkan pada tahun anggaran 2015 meningkat menjadi Rp2,572 triliun.

Kenaikan anggaran infrastruktur yang mencapai 100 persen ini karena perbaikan berbagai sarana dan prasarana yang ada di Provinsi Jateng membutuhkan dana yang cukup besar.

Perincian anggaran infrastruktur pada 2015 adalah Rp2,18 triliun untuk Dinas Bina Marga Jateng, Rp249 miliar untuk proyek irigasi di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Jateng, dan Rp143 miliar untuk Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Jateng guna pemugaran rumah tidak layak huni. (Ant/BJ)