Home News Update Gandeng Ratusan Perguruan Tinggi, Damandiri Berdayakan Warga Miskin Dengan Posdaya

Gandeng Ratusan Perguruan Tinggi, Damandiri Berdayakan Warga Miskin Dengan Posdaya

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 3/7 (BeritaJateng.net) – Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) menggandeng ratusan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta  untuk memberdayakan masyarakat miskin melalui program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

“Awalnya, kami hanya menggandeng sebanyak 30 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” kata Konsultan Posdaya Wilayah Jawa Tengah Yayasan Damandiri Wien Sukarsi di Semarang.

Hal tersebut diungkapkannya usai kegiatan Bazaar dan Pasar Tunggu (Sabtu-Minggu) yang digelar oleh Posdaya Kusuma Jaya RW VI, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan Semarang di kawasan setempat.

Menurut dia, perguruan tinggi dipercaya untuk membentuk Posdaya melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) tematik yang berpegang pada empat pilar, yakni pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan.

Dalam bidang kewirausahaan, kata dia, Posdaya menjadi wadah untuk mengentaskan kemiskinan warga prasejahtera yang menjadi anggotanya melalui stimulan modal untuk berwirausaha secara kreatif dan mandiri.

“Anggota Posdaya bisa mengakses permodalan maksimal Rp2 juta/anggota dengan bunga sangat rendah dan tanpa agunan. Pinjaman ini untuk mendorong mereka mengembangkan wirausaha secara kreatif,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, pinjaman lunak yang disalurkan kepada anggota Posdaya melalui perbankan, baik nasional maupun daerah itu sudah dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota Posdaya dan belum pernah macet.

“Dari awalnya 30 perguruan tinggi, sekarang sudah ada 250 perguruan tinggi yang kami ajak kerja sama untuk program Posdaya. Saat ini, sudah ada 45 ribu Posdaya yang terbesar di berbagai daerah,” katanya.

Posdaya-posdaya yang dibentuk di lingkup masyarakat itu dikompetisikan hingga tingkat nasional, kata Wien, dan salah satu yang terbaik adalah Posdaya RW VI, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang.

Sementara itu, Ketua Posdaya Kusuma Jaya Edy Widiyono mengatakan sekarang ini sudah tidak ada keluarga prasejahtera di lingkup RW VI Kelurahan Muktiharjo Kidul berkat program Posdaya yang dimulai sejak 2011.

“Di wilayah RW ini ada sekitar 300 kepala keluarga. Keluarga prasejahtera sudah tidak ada, tinggal dua orang yang sudah tidak produktif. Ya, keduanya janda tua. Selebihnya, sudah masuk keluarga sejahtera,” katanya.

Mengenai pinjaman lunak, ia membenarkan anggota Posdaya Kusuma Jaya bisa mengakses modal di Bank Jateng lewat Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) dengan bunga ringan dan tanpa jaminan.

Seluruh anggota Posdaya Kusuma Jaya, kata Ketua RW VI, Kelurahan Muktiharjo Kidul itu, sudah pernah mengakses modal itu untuk berwirausaha, seperti angkringan, nasi pecel, telur asin, dan berjualan sayuran.

“Alhamdulillah, semuanya lancar dan tidak ada yang macet. Baru saja, 32 warga kami mengajukan bantuan dan sudah cair, totalnya berarti Rp64 juta. Kalau sudah lunas, anggota bisa pinjam lagi,” katanya. (BJ)