Home Lintas Jateng Gandeng Basarnas, Relawan SAR se Kabupaten kendal berlatih ilmu SAR di Kieskendo

Gandeng Basarnas, Relawan SAR se Kabupaten kendal berlatih ilmu SAR di Kieskendo

Turun tebing, anggota Basarnas melatih anggota Sar cara evakuasi korban diketinggian.

Kendal, 15/5 (BeritaJateng.net) – Puluhan anggota SAR yang tersebar di seluruh Kabupaten Kendal berlatih ilmu SAR di medan ketinggian atau vertical Rescue di gua Kieskendo, kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Sabtu (14/5). Kegiatan latihan berlangsung selama dua hari,cdimulai sejak Jumat (13/5) dengan melibatkan enam instruktur dari Basarnas Jawa Tengah.
www.grapplearts.com/wp-content/languages/new/online-essay-checker.html

Pelatihan diikuti oleh delapan organisasi SAR yakni dari Bpbd Kendal, SAR Baurekso, Senkom kendal, SAR gunung perahu, Kendal peduli, Boja peduli, Gp ansor, kompak Kendal, MDMC Kendal, Ubaloka serta balai relawan gunung perahu. Masing-masing organisasi SAR sendiri mengirimkan empat orang personil dalam latihan tersebut.
www.grapplearts.com/wp-content/languages/new/copy-editing-service.html

Acara yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Kendal bekerjasama dengan Basarnas Jawa Tengah sebagai Instruktur bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas para personil SAR serta pendataan organisasi SAR yang berada di wilayah Kendal.
www.grapplearts.com/wp-content/languages/new/affordable-editing-services.html

“Acara tersebut menjadi ajang tali penghubung antar relawan dengan maksud ketika terjadi bencana di wilayah Kendal bisa cepat tanggap dalam penanganannya,” pungkas Erik salah seorang anggota BPBD Kendal.

Pelatihan Basarnas fi Kiekendo.
Pelatihan Basarnas fi Kiekendo.

Instruktur Basarnas Budi Restianto menjelaskan, sebelum mendapatkan aplikasi lapangan, para peserta sudah diberi ilmu materi serta aplikasi kering di kelas yang bertempat di Pendopo kendal serta Maporles Kendal.

“Adapun materi yang di ajarkan yakni pertolongan pertama pada korban (firts Aid), pembidaian, tali temali serta berlatih keamanan di medan ketinggian. Sementara itu dalam aplikasi lapangan peserta tersebut di ajarkan bagaimana melakukan pertolongan kepada korban dengan metode penurunan (Lowring) di tebing dengan ketinggalan 15 meter dengan sistem tandem yakni satu orang penolong serta satu orang korban.(BJ)