Home Headline Galeri Indutri Kreatif (GIK) Kota lama Semarang Resmi Dilaunching

Galeri Indutri Kreatif (GIK) Kota lama Semarang Resmi Dilaunching

396
Galeri Indutri Kreatif (GIK) Kota lama Semarang Resmi Dilaunching

Semarang, 27/5 (BeritaJateng.net) – Kota Lama Semarang adalah puteri tidur yang membutuhkan belaian kasih saying dari sang pangeran. Belaian itu diperlukan untuk membuatnya bangkit bersemangat bersolek diri agar semakin cantik.

Karenanya, seluruh pihak diperlukan untuk campur tangan membenahi kawasan ini. Apalagi di tahun 2020, akan diajukan sebagai world heritage ke Unesco.

“Rekan-rekan BUMN sudah sering kami sambati. Salah satunya Bank Mandiri yang sudah merevitalisasi gedungnya menjadi sangat cantik di depan Mberok,” terang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di sela peresmian Galeri Industri Kreatif di Gedung PT PPI Kota Lama.

Menurutnya, keelokan Kota Lama harus dikabarkan ke seluruh dunia karena tidak semua daerah memilikinya. Karenanya, warga Kota Semarang sendiri harus terus guyub menjaga dan mengembangan kawasan ini.

Perubahan dan penataan Kota Lama termasuk Gedung PPI, diharapkan dapat membawa masuk UKM yang memiliki produk-produk kreatif. Pihaknya akan terus berusaha keras mendapatkan penghargaan world heritage namun dapat atau tidak, sama sekali tidak akan mengurangi semangat untuk menata kawasan ini.

“Saya sendiri setiap gowes, selalu melewati Kota Lama. Jika ada yang perlu sentuhan dan perbaikan, selalu kami komunikasikan dengan Pemkot Semarang. Salah satunya dulu terkait sabung ayam ataupun klithikan,” tukasnya.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi pihak-pihak yang bersedia turut tangan membantu penataan kawasan ini. Pasalnya, cukup banyak bangunan yang mangkrak dan tidak diketahui siapa pemiliknya.

Dengan adanya keterlibatan pihak ketiga, akan semakin mudah bagi Pemkot Semarang dan BPK2L untuk mengembangkan dan menata Kota Lama. Salah satunya adalah revitalisasi Gedung PT PPI untuk Galeri Industri Kreatif ini.

“Tidak hanya menawarkan industri kreatif dari sisi fashion tapi juga kuliner, furnicur, handicraft dan lain-lain. Teman-teman pedagang barang kuno juga kami ajak masuk kemari salah satunya untuk menghindari kekumuhan dan kesemrawutan yang kami hadirkan dengan kemasan yang khas namun tetap milenial,” tandas Ita yang juga Wakil Walikota Semarang ini.

Menariknya, seluruh transaksi di Galeri Industri Kreatif, tidak dapat menggunakan uang tunai. Semua aktivitas dan transaksinya wajib menggunakan cashless (non tunai) ‘Koin Kota Lama’ yang didukung programnya oleh Bank Jateng.

“Ini dulu awalnya gudang, isinya barang rongsok. Sekarang sudah kami sulap melalui campur tangan banyak pihak dalam proses setahun lebih. Sekarang sudah pecah telor,” ujarnya bangga. (El)