Home Hukum dan Kriminal Gagal Beraksi Duo Jambret Dihajar Massa

Gagal Beraksi Duo Jambret Dihajar Massa

Salah satu penjambret (Tengah) babak belur setelah dihajar massa. Foto/Bj18

Jepara,1/1 (Beritajateng.net) – Dua pejambret kalung babak belur dihajar massa setelah gagal, melakukan aksinya di jalan Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan, Kamis (1/1) sekitar pukul 05.00 pagi. Dua pelaku dikeroyok massa setelah salah satu pelaku terjatuh dari sepeda motor akibat menabrak sepeda motor lain.

Kedua pelaku adalah Ahmad Rizal Anwar (19) dan Jakfar (25). Keduanya merupakan warga Desa Kedung Karang RT 02 RW 03 Kecamatan Wedung, Demak.

Kepada polisi Jakfar mengaku, Ia dan temannya melakukan aksi tersebut karena membutuhkan uang untuk menebus sepeda motor yang Ia gadaikan. Aksi tersebut merupakan kali kedua yang mereka lakukan. Hanya saja baru kali ini mereka berhasil ditangkap warga dan diciduk aparat kepolisian.

Selain itu, tersangka juga mengaku telah merencanakan aksinya tersebut pada Kamis dini hari usai merayakan malam pergantian tahun. Ketika melintas di Jalan Desa Petekeyan RT 01 RW 01, ia dan temannya melihat empat orang ibu yang sedang jalan pagi di pinggir jalan.

“Kami membawa motor sendiri-senidri. Saat melihat korban, saya mendahului korban. Sedangkan Rizal berjalan pelan dan merapat ke korban. Dengan mengendarai motor, Rizal langsung mencabut kalung dari leher korban,” ungkap Jakfar.

Aksi keduanya gagal setelah tersangka Rizal yang mencoba kabur dengan memacu kendaraan, menabrak pengguna jalan lain.

“Saya berhenti dan mencoba menolong teman saya itu. Tapi tidak berhasil karena warga sudah terlanjur berkumpul setelah korban berteriak minta tolong,” aku Jakfar.

Kapolsek Tahunan AKP Budi Wiyono menerangkan, puluhan massa yang merupakan warga setempat dan pengguna jalan lain langsung mengeroyok kedua pelaku. Warga bahkan hampir membakar sepeda motor kedua tersangka, jika aparat kepolisian tidak cepat datang.

“Sepeda motor yang ditumpangi Jakfar bahkan hampir dibakar warga. Saat ini kedua sepeda motor disita petugas sebagai barang bukti. Sepeda motor yang digunakan kedua pelaku adalah Honda Beat hitam dengan nomor polisi H 2641 JJ dan Satria F putih tanpa nomor polisi,” tuturnya.

Budi mengungkapkan, berdasarkan pangakuan Jakfar, penjambretan yang ia lakukan tersebut merupakan kali kedua. Aksi pertama ia lakukan sepekan lalu dan menjual kalung emas hasil curiannya di salah satu toko emas di Pasar Pecangaan.

“Adapun dalam aksinya kali ini, ia mencoba mencuri kalung seberat 10,5 gram dengan nilai Rp 2,5 juta lebih,” katanya. (BJ18)