Home Headline Gadis Asal Jateng Jadi Pekerja Seks di Malaysia

Gadis Asal Jateng Jadi Pekerja Seks di Malaysia

penjualan manusia

Semarang, 11/4 (Beritajateng.net) – Polda Jateng mengendus sedikitnya tiga orang gadis di bawah umur asal Jateng, diperkerjakan sebagai pekerja seks (PSK) di negeri Jiran, Malaysia.

Adapun modus para pelaku kerap menjanjikan pekerjaan kepada para korbannya dengan iming-iming gaji tinggi. Namun sesampai di luar negeri, para gadis di bawah umur asal Indonesia tersebut justru dipekerjakan di tempat-tempat prostitusi. 

Kepala Sub Direktorat IV Remaja Anak dan Wanita (Renata) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, AKBP Susilowati membenarkan adanya sejumlah gadis di bawah umur asal Jateng, yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersil di tempat-tempat prostitusi. 

“Tiga orang lebih. Semuanya anak perempuan di bawah umur asal Jateng. Mereka menjadi korban human trafficking, dipekerjakan di tempat prostitusi di Malaysia,” kata Susilowati, Sabtu (11/4). 

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya telah mengetahui keberadaan wanita yang menjadi korban human trafficking.

“Kita sudah proses penanganan. Karena posisinya berada di luar negeri, maka kami bekerjasama dengan Mabes Polri,” ungkapnya. 

Dikatakan Susilowati, selain penanganan tindak pidana, sejauh ini pihaknya terus melakukan upaya preventif atau pencegahan agar bisa mengurangi terjadinya pelanggaran pidana perdagangan manusia. 

“Kalau ditemukan indikasi pidana, tentu kami lakukan proses hukum,” katanya. 

Dijelaskannya, rata-rata praktek perdagangan manusia yang kerap terjadi memiliki modus serupa. Yakni pelaku mengiming-imingi sebuah pekerjaan dengan gaji besar. 

“Kalau kasus trafficking itu delik murni. Jadi dia sudah bisa terjerat pidana. Baik percobaan maupun sudah melakukan perbuatan, jeratan pasalnya sama,” terang Susilowati. 

Pelaku bisa dijerat pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang pidana perdagangan orang, ataupun pasal 372 dan 378 KUHP Jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 3-6 tahun penjara.

Maka dari itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya para siswa atau masyarakat agar tidak tergiur iming-iming pekerjaan di luar negeri dengan gaji besar. 

“Jadi jangan mudah percaya saja kalau cari kerja untuk ke luar negeri. Jika kalau ada orang yang mengatasnamakan kelompok, maupun PT, dengan menjanjikan pekerjaan di luar negeri dengan gaji besar. Masyarakat harus bisa membaca indikasi-indikasi perbuatan pidana,” tandasnya. (BJ04)