Home Ekbis FWPJT Gelar Seminar Nasional Kredit Usaha Produktif

FWPJT Gelar Seminar Nasional Kredit Usaha Produktif

bank jateng

Semarang, 26/3 (BeritaJateng.net) – Program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang secara resmi telah diluncurkan Pemkab Kudus 10 Maret lalu, mendapat apreasiasi dari berbagai pihak bahkan dukungan datang dari Presiden Joko Widodo. Sebelum program tersebut diberlakukan secara nasional, akan diulas dalam seminar nasional oleh Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT) bekerjasama dengan Bank Jateng.

Bupati Kudus Musthofa yang akan tampil menjadi salah satu narasumber dalam seminar itu mengatakan, KUP berbeda dari program kredit lainnya karena memberi banyak kemudahan bagi para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Selain tanpa agunan, bunga KUP juga jauh lebih rendah ketimbang Kredit Usaha Rakyat (KUR), yaitu hanya sebesar 0,9 persen. Musthofa mengatakan, KUP memang didesain untuk pelaku UMKM yang sudah visible, namun belum bankable.

“Banyak pelaku UMKM yang sudah berjalan, namun kesulitan menyentuh akses permodalan perbankan,” ujarnya.

Dijelaskan, KUP akan menjadi jembatan bagi pelaku UMKM dengan penyedia permodalan, yaitu perbankan. Musthofa menambahkan, pinjaman KUP akan disalurkan oleh Bank Jateng dan dijamin oleh dua BUMN yaitu Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

“Ditargetkan ada seribu pelaku UMKM yang bisa mengakses KUP hingga akhir tahun ini,” kata Musthofa.

Pinjaman KUP dibagi empat kategori, yaitu kelompok pinjaman maksimal Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 15 juta, dan Rp 20 juta.

Pemkab Kudus akan melibatkan aparatur di tingkat kecamatan dan desa untuk pemetaan dan pengawasan pelaku UMKM. Musthofa mengatakan, Kudus telah memiliki sebanyak 35 petugas pendamping kewirausahaan yang dilibatkan dalam program ini.

“Hitungan kami, tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) tak lebih dari dua persen,” katanya.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno yang juga akan menjadi pembicara seminar itu menambahkan, pihaknya tertarik menjadi penyalur KUP karena banyak pelaku UMKM yang sebenarnya layak namun belum bankable. Bank Jateng juga melihat sistem pendampingan dan monitoring yang melibatkan aparatur pemerintahan hingga tingkat desa, sehingga diharapkan menciptakan sistem yang aman.

Debitur akan malu jika memiliki tunggakan kredit karena keterlibatan apartur di tingkat desa. Jika sistem ini berhasil, lanjut dia, maka akan mampu menciptakan masyarakat trust people, sekaligus sebagai pilot project nasional.

“Bank Jateng menyediakan anggaran permodalan sebesar Rp 25 miliar untuk KUP,” katanya.

Selain Musthofa dan Supriyatno, seminar nasional yang akan digelar Kamis (2/4/2015) mendatang mulai pukul 09.00 di aula lantai VII Bank Jateng Jl Pemuda, juga menghadirkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Gayatri Indah Cahyani dan pelaku UMKM, serta pakar ekonomi dari Unika Soegijapranata Prof Andreas Lako.

Bupati Kudus Musthofa, bersama dengan Direktur Bank Jateng Supriyatno Selasa kemarin telah melakukan paparan KUP di depan Menteri Koperasi dan UKM AA Puspayoga di Jakarta. (BJ)