Home Nasional Full Day School Jalan Tengah Majukan Pendidikan Indonesia

Full Day School Jalan Tengah Majukan Pendidikan Indonesia

Wakil Komisi X DPR RI berdialog dengan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Tegal.

Tegal, 11/8 (BeritaJateng.net) – Ide Fullday school (FDS) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir effendi beberapa waktu yang lalu menurut Abdul Fikri Faqih Wakil Ketua Komisi X DPR RI adalah jalan tengah untuk memajukan pendidikan Indonesia. Namun, Fikri memberikan beberapa catatan terkait ide FDS tersebut diantaranya adalah mengenai kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk berinovasi dalam mengelola aktifitas Sekolah.

Fikri menjelaskan bahwa FDS menjadi salah satu solusi alternatif ketika banyak diantara sekolah – sekolah berprestasi, mayoritas adalah sekolah yang menerapkan boarding school dimana guru memiliki waktu lebih lama untuk berinteraksi dan memberikan pendidikan kepada peserta didik. Akan tetapi, menjadi sebuah catatan besar mengenai kesiapan sarana – prasarana serta kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan boarding school.

“Jadi Fullday School itu jalan tengah, ketika sekolah pulang lebih awal banyak guru yang merasa kurang waktu untuk menyelenggarakan pendidikan. Jadi dari segi waktu penyelenggaraan, Fullday School pas. Tetapi jika diimbangi dengan SDM yang siap mengelola,” terang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam penyelenggaraan pendidikan, SDM merupakan salah satu kunci sukses memajukan kehidupan bangsa. Fikri mencontohkan apa yang dilakukan oleh seorang pakar pendidikan Indonesia, Prof Yohanes Surya yang mendidik beberapa anak dari daerah pinggir yang di tengarai tidak mampu dalam belajar. Tetapi setelah mendapatkan pendidikan oleh Ahli Fisika Indonesia, anak – anak tersebut mampu memenangkan olimpiade internasional.

Fikri berpendapat bahwa ketika sistem FDS diterapkan maka seorang guru dan penyelenggara pendidikan harus bisa membuat sebuah inovasi dalam pembelajaran. Mengingat banyak hal yang akan mempengaruhi semangat peserta didik dalam belajar dan tetap memiliki waktu bermain.

“Sekarang kalau guru tidak bisa berimprovisasi dalam kelas, gimana anak bisa nyaman di kelas. Tapi kalau guru memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan, tidak sedikit yang sudah menyelenggarakan FDS bahkan Boarding School sukses, memiliki prestasi,” Kata Fikri disela – sela reses anggota DPR RI.

Selain mengenai kesiapan SDM penyelenggara Pendidikan, Fikri menambahkan beberapa syarat ketika FDS diterapkan perlu adanya sarana prasarana yang bisa menghilangkan kejenuhan anak dalam kelas seperti perpustakaan, tempat istirahat.

Selanjutnya adalah penyesuaian program sekolah dengan aktifitas softskill peserta didik diluar sekolah dan tidak membebankan peserta didik dengan pekerjaan rumah (PR). Sehingga anak bisa memanfaatkan waktu yang tersisa semaksimal mungkin bersama keluarga.

Fikri menambahkan bahwa satu hal yang perlu menjadi perhatian kementrian pendidikan adalah mengenai kesiapan sekolah – sekolah untuk menyelenggarakan sistem tersebut. Sehingga sistem FDS diterapkan untuk sekolah yang siap terlebih dahulu.

Sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Fikri Faqih, Teguh Riyanto Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Tegal mengatakan bahwa kelengakapan perangkat penyelenggaraan pendidikan sangatlah penting ketika nanti akan diterpakan sistem Fullday School.

Salah satunya adalah ketersediaan lokal kelas yang memadai, seimbang dengan jumlah peserta didik karena masih ada beberapa sekolah yang menerapkan sekolah pagi dan siang.

“Jadi di Kabupaten Tegal, masih ada beberapa infrastuktur yang belum memadai. Tetapi insya Allah sudah ada beberapa yang di betulkan, harapannya sampai 2019 mendatang masih layak.” terang Teguh.

Sistem “Fullday School” untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta adalah gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk penerapan karakter dan revolusi mental bangsa Indonesia. (BJ)

Advertisements