Home News Update FTI Unisbank Pacu Penulisan dalam Jurnal Internasional

FTI Unisbank Pacu Penulisan dalam Jurnal Internasional

Semarang, 24/8 (BeritaJateng.net) – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang menyelenggarakan Seminar dan Workshop Penulisan artikel ilmiah dalam jurnal internasional, Rabu (24/8/2016)

Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Eng. Sunuwibirawa dari Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta. Bertempat di Ruang Seminar lantai 9 Kampus Unisbank Kendeng, seminar diikuti oleh sejumlah dosen internal di Unisbank Semarang.

Dekan FTI Unisbank Dr. Yohanes Suhari, M.Si menuturkan, kegiatan ini tidak lebih bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) para dosen, agar mampu menuliskan hasil penelitiannya dalam jurnal internasional.

“Dalam Undang-Undang perguruan tinggi sudah jelas memandatkan kewajiban dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Hasil penelitian dan pengabdian masyarakat inilah yang penting kita publikasikan, baik dalam jurnal nasional ataupun internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Yohanes mengatakan, Penelitian, pengabdian, metode pengajaran dan penulisan dalam jurnal adalah parameter bagaimana kualitas dosen disebuah perguruang tinggi.

“Mudah-mudahan dengan seminar dan workshop ini akan semakin banyak dosen kita yang mampu menembus dalam jurnal internasional,” harapnya.

Dalam sesi tukar pengalaman penulisan, Dr. Eng. Sunuwibirawa mengatakan, sudah ada penghargaan yang akan diberikan kepada peneliti yang mampu menuliskan hasil penelitiannya dalam jurnal internasional, khususnya jurnal yang terindeks, yaitu Scopus dan Thomson Reuters.

“Besarannya antara Rp50 juta sampai dengan Rp 100 juta,” ujarnya.

Lulusan S3 dari Tokai University, Tokyo Japan ini menambahkan, tidak mudah mempublikasikan penelitian ke dalam jurnal, apalagi jurnal internasional yang terindeks. Selain penguasaaan bahasa, banyak para peneliti muda yang terkendala dalam menentukan jurnal internasional.

“Hal ini tentunya berbeda dengan peneliti yang sedang menempuh S3, karena secara kelembagaan sudah ditentukan pembimbing dan jurnal mana yang tepat untuk mempublikasikan hasil penelitian. Harus mampu membedakan mana data, informasi dan pengetahuan juga menjadi salah satu hal yang harus diketahui oleh para peneliti muda,” ujarnya lagi. (*/BJ)