Home Lintas Jateng FRSPCB Minta Pemkot Kembalikan BCB Pasar Peterongan

FRSPCB Minta Pemkot Kembalikan BCB Pasar Peterongan

FB_IMG_1434349833616Semarang, 15/6 (Beritajateng.net) – Forum Rakyat Semarang Peduli Cagar Budaya (FRSPCB) menggelar aksi meminta Pemkot Semarang tidak mengubah wujud asli pasar dalam pembangunan pasar Peterongan Semarang serta mengembalikan Bangunan Cagar Budaya (BCB).

Aksi itu dilakukan disela-sela mengamati pembongkaran gedung Pasar Peterongan yang hendak dirobohkan.

Menurut Agung selaku koordinator aksi, Pemkot Semarang sebelum melakukan pembongkaran seharusnya mempertimbangkan dengan matang. Pasalnya bangunan yang telah tua tersebut telah ditetapkan menjadi Bangunan Cagar Budaya (BCB) dan memiliki nilai historis tinggi bagi Kota Semarang.

“Seharusnya yang direvitalisasi itu disekitar bangunan yang terlihat sudah rapuh. Kalaupun terpaksa dirobohkan kami minta pada Pemkot untuk pertahankan kontruksi bangunan seperti semula, karena ini termasuk Cagar Budaya,” katanya saat menggelar aksi di area pembongkaran Pasar Peterongan, Jalan MT Haryono, Senin (15/6).

Agung menjelaskan bangunan pasar Peterongan yang masuk dalam kategori Cagar budaya itu bisa menampung sebanyak 600 lapak pedagang.

“Harusnya Pemkot bisa rawat bangunan itu, tidak harus membongkarnya. Lalu kenapa tarif retribusi terus dipungut, alhasil tetap akan direvitalisasi,” jelasnya.

Untuk memprotes kerusakan BCB yang terjadi di Pasar Peterongan, ia akan bertemu dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi siang ini.

“Kami akan bertemu dengan Walikota siang ini. Kami mengecam keras tindakan Pemkot Semarang. Apalagi, hari ini Pemkot mulai membongkar bangunan Pasar Peterongan,” ujarnya.

Agung menambahkan pembongkaran pasar Peterongan tersebut membawa dampak pada pasar tradisional lainnya.

“Jelas ada dampaknya. Nanti masyarakat berpendapat akan ada pembongkaran pasar tradisional lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Agung mengungkapkan secara historis pembongkaran Pasar Peterongan sangat disayangkan. Hal ini karena desain bangunannya dikenal sebagai pasar beton tertua dan pertama di Semarang yang dibangun sejak 1916 silam. 

Teknologi pasar beton bertulang di Peterongan, juga menginspirasi arsitek terkenal pada zaman kolonial Belanda, Thomas Karsten untuk membangun pasar beton lainnya di Kota Lumpia.(BJ04)