Home Nasional FPI Jateng Mobilisasi 20 ribu Massa untuk Demo Ahok 2 Desember 

FPI Jateng Mobilisasi 20 ribu Massa untuk Demo Ahok 2 Desember 

Semarang, 26/11 (BeritaJateng.net) – Adanya himbauan dari Kepolisian kepada para pemilik Perusahaan Otobus (PO) untuk tidak melayani penumpang atau jasa carter terkait peserta aksi damai jilid 3 di Jakarta, tak menjadi efek bagi Front Pembeli Islam (FPI) Jateng untuk tetap memobilisasi massa pada 2 Desember mendatang.

Tim Advokasi FPI Jateng Zaenal Abidin Petir menyampaikan, tindakan Kepolisian yang mendatangi agen bus dan PO untuk tidak melayani penumpang aksi damai jilid 3 merupakan tindakan intimidasi kepada masyarakat. FPI Jateng tetap akan mendatangi Jakarta, bahkan massa FPI antar 15 -20 ribu akan datang baik menggunakan bus maupun kendaraan pribadi.

“FPI Jateng tetap akan bela Islam jilid 3, akan ada ribuan baik dari Semarang maupun daerah lainnya di Jateng, bahkan beberapa Ponpes juga mengerahkan para santri dengan 20 bus, artinya larangan itu tak berefek,” katanya.

Dikatakannya, pemberangkatan akan dibagi beberapa gelombang antara lain bagian Selatan seperti Wonosobo, Temanggung, Kebumen, Purwokerto akan berangkat bersama pada tangal 1 Desember paginya. Sedangkan bagian Utara seperti Semarang, Purworejo, Solo akan berangkat langsung menuju Jakarta juga.

“Kalau bagian Selatan akan ada titik point berkumpul di Brebes pada 1 Desember paginya, kalau bagian Utara langsung menuju Jakarta,” katanya.

Di Jakarta, massa FPI Jateng direncanakan akan berkumpul ditempat biasanya yakni Bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan massa umat muslim lainnya. Semua kegiatan berupa aksi damai dengan mendorong pihak Kepolisian untuk mempercepat proses hukum penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama.

“Kita mendorong agar diproses cepat, jangan ada tebang pilih. Kasus penistaan agama lainnya saja Kepolisian bergerak cepat, ini Ahok kok malah lamban bahkan bebas berkeliaran,” katanya.

Aksi damai akan diiringi dengan dzikir dan istighosah bersama mendoakan proses hukum Ahok dipercepat dan tuntas. Serta mendokan supaya negara Indonesia tak tercabik, NKRI utuh walau ada upaya dari pihak lain yang memecah umat Islam.

“Semua aksi damai, kita bawa sajadah dan berdoa, dan tak ada apa itu namaya kerusuhan. Kita tertib hukum, untuk aksi damai menyatakan pendapat juga kita tentukan bukan ditempat terlarang sesua UU No 9 Tahun 1998, seperti di Istana Negara,” ujarnya.

Pihaknya bahkan menolak isu terkait aksi damai jilid 3 oleh pihak Kepolisian yang dikaitkan dengan tindakan makar. Ia justru menilai Kepolisian terlalu membuat panik masyarakat dengan adanya isu makar tersebut.

“Kepolisian jangan semakin membuat masyarakat panik dan khawatir, makar itu dari mana, kita haya berdoa dan istighosah. Kalau setiap upanya menyampaikan pendapat dimuka umum selalu dikaitkan dengan makar, maka ini juga intimidasi dan akan selalu membuat masyarakat ketakutan jika akan melakukan aksi mengemukakan pendapat dimuka umum,” jelasnya. (Bj)

Advertisements