Home Ekbis Februari 2015 Jateng Deflasi 0,62 persen

Februari 2015 Jateng Deflasi 0,62 persen

JAM JAM

Semarang, 2/3 (BeritaJateng.net) – Hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, pada Februari 2015 terjadi deflasi 0,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,45 lebih tinggi dibanding bulan Januari 2015.

Kepala Bidang Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah Zam Zam Zamachsyari mengatakan,untuk bulan Februari 2015, perkembangan harga indeks konsumen di enam kota terindikasi secara penghitungan terjadi deflasi 0,62 persen.

Menurutnya, lonjakan harga beras yang cukup tinggi hingga 5-7 persen belum berpengaruh terhadap inflasi, hal ini dikarenakan adanya komoditi lain yang justru mengalami penurunan harga cukup signifikan, seperti BBM dan cabai.

“Sebenarnya bisa saja beras menjadi komoditi penyebab inflasi, namun karena pada Februari awal ada penyesuaian penurunan harga BBM dan komoditi cabai yang turun cukup signifikan, sehingga tidak memicu inflasi di Jateng,” ungkapnya.

Sementara itu, komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah cabai merah, bensin, cabai rawit, telur ayam ras, dan angkutan dalam kota, sedangkan komoditas yang menyumbang terjadinya inflasi adalah beras, tarif listrik, mobil, rokok kretek filter dan mie kering instan.

Dari enam kota yang di survey BPS, Kota Surakarta mengalami deflasi tertinggi hingga 0,91 persen dan IHK 115,55 diikuti kota Purwokerto, kota Semarang, kota Kudus dan kota Tegal, dengan deflasi masing masing 0,67, 0,39 dan 0,35. Sedangkan deflasi terendah terjadi di kota Cilacap sebesar 0,12 persen dengan IHK 120,73. (BJ05)