Home Hiburan Fashion Show Busana Berbahan Sarung Meriahkan Penutupan Semargres 2016

Fashion Show Busana Berbahan Sarung Meriahkan Penutupan Semargres 2016

Fashion show busana berbahan sarung diperagakan oleh puluhan pejabat perempuan Pemkot Semarang.

Semarang, 16/5 (BeritaJateng.net) – Seremonial penutupan Pesona Semarang Great Sale (Semargres) 2016 dimeriahkan oleh fashion show rancangan busana berbahan sarung yang dikenakan oleh puluhan perempuan pejabat Pemkot Semarang.

Puluhan tokoh Semarang yang membawakan peragaan busana tersebut antara lain Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu, Ketua PKK Kota Semarang Krisseptiana Hemdrar Prihadi, Plt Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang Ayu Entys, Kepala Disperindag Nurjanah, Kepala Disbudpar Masdiana Safitri, Kepala Dinas Pertanian Rusdiana dan masih banyak lagi pejabat Pemkot Semarang perempuan yang memperagakan busana berbahan sarung diatas catwalk.

“Ada sebanyak 66 sarung yang di siapkan para perancang busana yang tergabung dalam Indonesian Fashion Chamber (IFC) chapter Semarang,’’ kata Local Chairwoman IFC chapter Semarang, Ina Priyono.

Ina menjelaskan, peragaan busana tersebut termasuk dalam rangka program mengkampanyekan ‘’Sarung is My Denim’’ kepada masyarakat Kota Semarang. Konteks sarung yang ditampilkan adalah sarung sebagai busana sehari-hari. Di tangan para perancang busana IFC, pola pikir itu diwujudkan.

Penutupan Semargres 2016 dimeriahkan dengan fashion show busana sarung karya perancang busana yang tergabung dalam ICF
Penutupan Semargres 2016 dimeriahkan dengan fashion show busana sarung karya perancang busana yang tergabung dalam IFC atau Indonesia Fashion Chamber. 

“Arti kata sarung itu kan pembungkus atau kain yang dililitkan melingkar ke tubuh. Sesuai semboyan kampanye kami, saat ini denim itu banyak digunakan untuk seharihari. Kami wujudkan sarung juga seperti itu. Dirancang khusus untuk digunakan sehari-hari di acara bepergian, resmi, maupun santai,’’ paparnya.

Sarung, kata dia, dipersembahkan 16 perancang busana IFC chapter Semarang. Yakni Ina Priyono, Soese Asmadhi, Agustiena Siswanto, Elkana Gunawan, Gregorius Vici, Ave Sanjaya, Devy Ros, Christine Wibowo, David Yan, Pinky Hendarto, Zikin, Lily Yuwono, Inge Chu, Bramanta Wijaya, Angela Chung, dan Reani.

Motif yang digunakan dalam peragaan busana tersebut, lanjutnya, adalah bermotif Semarangan, ada yang menggunakan batik maupun polos. Material yang digunakan seperti kain thai silk dan kain embos. ‘’Saya sendiri membuat lima karya sarung. Menggunakan motif batik Semarangan semua. Warna atasnya mengambil warna gelap dan bawah warna cerah,’’ ungkapnya.

Tujuan kampanye sarung untuk busana sehari-hari, menurut dia, ialah untuk mengangkat para pengrajin di daerah. Dari sisi tren maupun ekonomi. ‘’Kita ingin mengajak masyarakat menggunakan sarung dalam kegiatan sehari-hari,’’ pungkasnya.

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi peragaan busana berbahan sarung.

“Sarung ini kan identik dengan Indonesia, maka perlu disosialisasikan penggunaannya. Tidak hanya untuk pria atau muslim saja, sarung juga bisa dirancang sedemikian rupa jadi balutan busana modern asli Indonesia. Tinggal dibalut dengan motif Semarangan maka akan jadi busana cantik yang bisa jadi ikon busana Semarang,” papar Ita–sapaan akrab Hevearita, Minggu (16/5) malam.

Menurutnya, sarung bisa menjadi barang yang populer di Indonesia, maka perlu sosialisasi dan peragaan busana berbahan sarung untuk memperkenalkan kain ini. (Bj05)