Home Headline Eskavator Laba-laba Andalan Basarnas

Eskavator Laba-laba Andalan Basarnas

584
Eskavator Laba-laba Andalan Basarnas

SEMARANG, 19/12 (BeritaJateng.net) – Kantor Basarnas Kantor SAR Semarang menyatakan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan yang juga bertepatan dengan arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Aris Sofingi mengatakan, selain personil pihaknya juga telah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan jika terjadi bencana baik di laut maupun darat.

Dari sejumlah kendaraan dan peralatan yang disiagakan untuk membantu kesiapsiagaan SAR khusus natal dan tahun baru 2020, terdapat alat berat milik Basarnas yang menjadi andalan, yakni eskavator spider.

Diberi nama Eskavator Spider, karena mempunyai bentuk seperti laba-laba.

Eskavator spider pada dasarnya sama dengan eskavator pada umumnya, hanya saja eskavator jenis ini mampu bergerak secara fleksibel. Sehingga memudahkan petugas melakukan operasi sar di tanah longsor.

Selain itu, eskavator ini mampu melakukan berbagai gerakan ekstrem.  Dengan empat roda, eskavator ini mampu bergerak dengan leluasa menyesuaikan kebutuhan sehingga memudahkan menjangkau medan yang sulit.

“Alat khusus rescue, yakni eskavator spider, artinya bahwa gerakannya akan lebih fleksibel. Bisa keatas, bisa kebawah, kondisi rendah, kemudian bisa melebar, bisa juga menyempit sehingga bisa mengkondisikan di lapangan dan lebih fleksibel gerakannya dibandingkan eskavator yang biasanya,” ungkap Aris Sofingi, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang usai apel kesiapsiagaan siaga sar khusus natal 2019 dan tahun baru 2020 di pusat pelatihan Basarnas Semarang, Rabu (18/12).

Kantor SAR Semarang sendiri mempersiapkan 125 personel dan didukung oleh lebih kurang 2500 Potensi SAR yang sudah terlatih untuk melaksanakan siaga Nataru 2019 yang dimulai dari tanggal 18 Desember 2019 sampai dengan Januari 2020.

Sedangkan posko Nataru akan digelar di Posko mandiri yang dipusatkan di Kantor SAR Semarang, Pos SAR Cilacap, Surakarta, Jepara dan Wonosobo

Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim penghujan berada di bulan Januari dan Februari 2020, sehingga seluruh personil kami harapkan untuk selalu bersiaga, persiapkan seluruh alat utama seperti spyder Excavator, perahu karet dan lain sebagainya untuk mengantisipasi bila terjadi bencana seperti banjir ataupun tanah longsor

“Untuk seluruh personel Basarnas untuk selalu berkoordinasi dengan potensi sar  dan tidak diperkenankan untuk mengambil cuti, semua diharapkan siaga untuk memberikan pelayanan SAR selama beberapa hari kedepan,” tegas Aris. (Nh/El)