Home Hukum dan Kriminal Enam Pelaku Penganiayaan Diringkus Polisi

Enam Pelaku Penganiayaan Diringkus Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Solo, 5/3 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Resor Kota Surakarta mengamankan enam orang dari kelompok massa tertentu yang diduga terlibat kasus penganiayaan terhadap warga di Kelurahan Joyosuran, Pasar Kliwon Solo, yang mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ahmad Luthfi melalui Kasat Reskrim Kompol Guntur Saputro, di Solo, Kamis, mengatakan bahwa peristiwa kasus penganiayaan antara kelompok massa tertentu dengan warga di Kelurahan Joyosuran Pasar Kliwon Solo, terjadi pada Rabu (4/3) malam.

“Kami datang ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi adanya dua sekumpulan warga dan beberapa kelompok tertentu untuk melakukan pengamanan guan menghindari peristiwa lebih lanjut,” katanya.

Menurut dia, saat melakukan pengamanan kejadian tersebut berhasil mengamankan enam orang yang diduga melakukan menganiayaan terhadap dua orang warga bernisial Ri dan Sd, yang menjadi korban kelompok massa tertentu itu.

“Kami mengamankan enam orang yakni Rr, Ad, Pa, Ra, Mh, dan Da. Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, sejumlah stick kayu, alat pelindung, alat komunikasi, dan empat sepeda motor milik kelompok massa tertentu itu,” katanya.

Keenam orang yang diduga teribat kasus penganiayaan tersebut, kata Kasat Reskrim, kini sedang dilakukan penyedikan untuk menyempurnakan sejumlah barang bukti.

“Enam orang yang diamankan masih dilakukan penyidikan untuk mengetahui siapa-siapa yang terlibat langsung proses hukum lebih lanjut. Sedangkan, mereka yang tidak cukup bukti akan dilepaskan,” katanya.

Selain itu, dua warga menjadi korban yakni Sd dan Ri mengalami luka-luka di bagian kepala akibat terkena benda tumpul langsung dllarikan ke RS Brayat Minulyo. Kedua korban menjalani rawan jalan.

Menurut dia, dari hasil penyidikan sekumpulan massa tertentu tersebut mendatangi ke lokasi kejadian perkara karena menduga ada warga yang mengkonsumsi minuman keras. Mereka kemudian bertemu dua korban yakni Sd dan Ri yang keluar Warung Internet langsung terjadi cekcok dan dilakukan penganiayaan.

“Kedua korban itu, tidak mengetahui apa-apa maksud dan tujuan kelompok massa tertentu itu, dan mereka korban menganiayaan,” katanya.

Menurut Kasat, Polresta akan menindak tegas masyarakat dari kelompok apa pun yang melakukan anarkis sesuai proses hukum yang berlaku. Bahkan, pihaknya juga akan menindak tegas masyarakat yang melakukan tugas-tugas atau wewenangnya, Polri.

Oleh karena itu, kata Kasat, atas perbuatan enam orang dari kelompok massa tertentu di Kota Solo tersebut dapat dijerat dengan pasal 170 dan 160 KUHP, tentang tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. (ant/BJ)