Home Nasional Empat Tugas Kapolri Baru setelah Dilantik

Empat Tugas Kapolri Baru setelah Dilantik

Badrodin Haiti

Semarang, 20/4 (BeritaJateng.net) – Setelah Komjen Badroeddin Haiti dilantik menjadi Kapolri, ada empat tugas utama yang patut dilakukannya segera. Keempat tugas ini menjadi strategis dilakukan Haiti mengingat masa tugasnya hanya tinggal 1,3 tahun.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane, Senin (20/4). Menurutnya, tugas pertama yang harus dilakukan Haiti adalah melakukan konsolidasi organisasi, agar krisis kepemimpinan dan konflik internal yang terjadi selama tiga bulan terakhir bisa
disudahi, untuk kemudian segenap jajaran Polri mampu melakukan kinerja profesionalnya.

Kedua, Haiti harus mampu meletakkan dasar-dasar perubahan yang nyata di Polri, seperti yang diamanatkan Revolusi Mental Presiden Jokowi. Revolusi mental Polri harus diarahkan membenahi sikap mental segenap jajaran Polri.

“Artinya, penataan dilakukan secara nyata, mulai dari sistem rekrut hingga meningkatkan pengawasan internal. Setidaknya, masyarakat tidak lagi melihat polisi melakukan penjebakan dan pungli di jalanan atau di pusat-pusat pelayanan kepolisian. Sebagai pimpinan, Haiti tidak ragu-ragu untuk memecat anggota polisi yang berengsek,” ujar Neta.

Ketiga lanjut Neta, untuk mempercepat revolusi mental, Haiti harus berani meminta kepada pemerintah untuk memberikan tunjangan profesi bagi anggota
Polri. Sebab tugas anggota Polri sangat berbeda dengan PNS dan TNI.

“Tugas polisi 24 jam dan tidak di belakang meja dan resikonya sangat tinggi terhadap ancaman keselamatan, sehingga pemerintah perlu lebih memperhatikan propesi kepolisian ini dengan tunjangan, selain renumerasi yang PNS dan TNI juga diberikan. Haiti perlu memperjuangkan hal ini dengan maksimal,” tambahnya.

Keempat, Haiti sudah selayaknya segera mengakhiri dan menertibkan
anggota Polri yang tugas rangkap “menjual profesinya”, terutama
terhadap anggota polisi yang menjadi backing, pengawal khusus para cukong, bodyguard pengusaha maupun kurir orang-orang berduit. 

“Sebab, selain melanggar etika kepolisian, tugas yang mereka lakukan berada di wilayah abu-abu pelanggaran hukum. Dua kasus “menjual profesi” anggota kepolisian ini sudah menjatuhkan citra Polri, yakni kasus penembakan
anggota polisi di depan KPK saat mengawal sejumlah truk dan kasus
penangkapan anggota polisi oleh KPK, saat menjadi kurir pemberian uang suap kepada anggota DPR,” ujarnya lagi.

Menurut Neta, Haiti punya kapasitas, kapabilitas dan kemampuan untuk melakukan keempat hal itu. Untuk itu Haiti harus melakukannya dengan cepat dan
serius, mengingat usia jabatannya sangst pendek.

“Hanya 1,3 tahun, secara profesional, Haiti adalah satu satunya jenderal polisi saat ini yang pernah empat kali menjadi Kapolda, sehingga sesungguhnya Haiti bisa melakukan terobosan untuk membenahi Polri dengan maksimal. (BJ)