Home News Update Empat Perusahaan Siap Tampung Pekerja Difabel

Empat Perusahaan Siap Tampung Pekerja Difabel

1373

— Job Fair Disnakertrans

Semarang, 10/8 (BeritaJateng.net) – Sebanyak empat perusahaan dari 66 peserta Job Fair, menampung posisi tenaga kerja bagi kaum difabel dalam acara Job Fair Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kota Semarang di halaman kantor Disnakertrans Semarang.

Menurut, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaksertrans kota Semarang, Ratna Ning Dyah bahwa empat perusahaan tersebut bergerak di bidang garmen dan consumer goods. Mereka membuka lowongan untuk bagian operator dan sewing, packing, hingga sales motoris. Posisi tersebut merupakan yang paling mudah secara keterbatasan fisik untuk diisi para difabel.

“Empat perusahaan yakni PT Marifood, Sami, Petropack, dan Naga Mas. Mereka memberikan kesempatan kepada difabel untuk mengisi lowongan bagian yang mudah dilakukan yakni sales motoris bagi tuna daksa, tuna rungu bisa bagian packing, sewing dan operator,” terangnya.

Lanjutnya, mencari perusahaan yang mampu menampung kaum difabel memang tidak mudah. Disebabkan banyaknya perusahaan yang belum siap fasilitasnya untuk bekerja, seperti diantaranya akses jalan, posisi meja dan kursi, hingga sarana lainnya untuk menujang dalam bekerja.

“Sebenarnya banyak, hanya komunikasi yang belum intens terkait kebutuhan dan informasi. Persyaratan sebenarnya mereka menspesialkan bagi difabel. Perusahaan sudah kami adakan pendekatan untuk bisa menyediakan kuota 1 pekerja difabel,” katanya.

Himbauan tersebut sesuai amanat UU No 4 tahun 1997 dimana setiap perusahaan diwajibkan memperkerjakan para penyandang difabilitas sebagai karyawan, minimal memenuhi kuota 1 persen dari 100 tenaga kerja yang digunakan.

“Sampai saat ini serapan tenaga kerja difabel baru 14 persenan dari jumlah data difabel yang ada. Kami akan terus mengupayakan di Job Fair ini karena ada 15 kebutuhan karyawan difabel dalam posisi tersebut,” ungkapnya.

Ratna juga berharap ke lima belas kebutuhan karyawan tersebut bisa diisi penuh. Pihaknya kedepan akan terus mensosialisasikan kepada perusahaan agar bisa memberikan kesempatan kepada para difabel.

Terkait sangsi bagi perusahaan yang belum bisa memberikan posisi lowongan kerja bagi difabel, Ratna hanya masih bisa menghimbau saja lantaran dari UU No 4 / 1997 belum ada law enforcement sebagai kekuatan yang memaksa pihak perusahaan agar memberikan jatah satu persen bagi difabel.

“Kami juga belum memiliki Peraturan Walikota (Perwal) dan ini masih dikonsultasikan dengan pusat, sehingga hanya sebatas sosialisasi dan himbauan saja, belum ada sangsi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Difabel Semarang Noviana Dibyantari menanggapai sebagai langkah awal yang bagus guna menjembatani difabel dengan perusahaan.

“Ini pertama kali Job Fair melibatkan difabel. Dulu susah sekali mencari perusahaan yang mau memfasilitasi pekerjaan bagi difabel,” tuturnya.

Pihaknya berharap baik Pemkot Semarang dan Disnakertrans untuk lebih memperbanyak mencarikan perusahaan yang mampu menampung mereka bekerja. Selain itu, bagi perushaan harus bisa mengecualikan difabel dalam persyaratan pekerjaan.

“Kami ingin perusahaan bisa lebih mengiformasikan posisi apa saja yang dibutuhkan dan kompetensinya sehingga kami akan menyiapkan tenaga kerjanya dari awal,” harapnya.(BJ06)

Advertisements