Home Hukum dan Kriminal Empat Pencuri Motor di Gudang Astra Dibekuk Polisi

Empat Pencuri Motor di Gudang Astra Dibekuk Polisi

empat pelaku pencurian sepeda motor di Gudang Astra
empat pelaku pencurian sepeda motor di Gudang Astra
empat pelaku pencurian sepeda motor di Gudang Astra

Semarang,28/1 (beritajateng.net) – Aparat Polsek Semarang Barat meringkus empat orang tersangka pencurian sepeda motor baru masih berada di atas truk yang sedianya akan dikirim ke dealer.

Empat orang tersebut yakni Djatmiko (22) Warga Tawang Mas, Semarang Barat, Harmoko (30, Bambang Mualek Sander (21) dan Hartono, ketiganya warga Mangkang.

Salah satu tersangka Djatmiko mengaku aksi mencuri tersebut memang sudah direncanakan dengan beberapa temannya pada Senin (26/1) sekitar pukul 02.30. “Saya itu sebetulnya dimintai tolong oleh teman. Kebetulan teman saya itu pernah kerja pakcing barang motor,”katanya.

Dari situ timbul ide untuk melakukan pencurian, kemudian dirinya mengajak Harmoko bersama dua rekannya yang masih buron mendatangi lokasi dengan berboncengan dua sepeda
motor Yamaha Jupiter. Tiba di lokasi mereka tidak langsung beraksi, namun dari kejauhan mengamati kondisi sekitar, hingga saat suasana sepi mereka baru bergerak.

“Saya hanya bawa pisau dapur untuk memotong tali pengikat motor-motor itu,” ungkapnya.

Berhasil memotong rantai pengikat lanjut mendorong motor itu sejauh 300 meter dari lokasi untuk  langsung kabur.

“Kebetulan kunci masih menempel jadi enak saja untuk nyalakan mesin motor,” ujarnya.

Berhasil membawa kabur tiga motor hasil curian itu, kemudian disembunyikan tidak jauh dari rumahnya dan keesokan harinya dijual. “Satu motor biasanya kami jual Rp 2,1 juta hasilnya dibagi rata sisanya untuk karaoke,” ujarnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono mengungkapkan, tindak pencurian itu sudah dilakukan empat kali oleh Jatmiko cs selama tiga bulan terakhir ini di depan gudang Astra, Jalan Madukoro, Semarang Barat

“Modus yang digunakan pelaku yang sudah melakukan pantauan sebelumnya langsung mendekat ke truk tersebut,”katanya.

Djihartono membeberkan, para pelaku itu mempunyai peranan yang berbeda dalam jaringan tersebut. Jatmiko dan Harmoko bertindak sebagai pemetik atau eksekutor. Sedangkan  Bambang bertindak sebagai penjual motor curian itu kepada Hartono yang berperan sebagai penadah.

“Sementara dua pelaku yang masih buron juga bertindak sebagai eksekutor,” pungkasnya.(BJ04)

Advertisements