Home Lintas Jateng Empat Kelurahan di Kendal Terendam Banjir

Empat Kelurahan di Kendal Terendam Banjir

Anak sekolah saat akan melintasi genangan banjir di Kota Kendal, Rabu (17/12). (BJ/DK)

Kendal, 17/12 (Beritajateng.net) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal pada Rabu (17/12) dini hari, membuat Sungai Kendal tidak mampu menampung debit air. Sehingga air meluap ke jalan dan menggenangi perkampungan warga. Bahkan, kantor pemerintahan Kabupaten Kendal juga ikut terendam banjir.

Banjir yang menggenang pada Rabu pagi ini merendam empat kelurahan di Kecamatan Kendal Kota. Kelurahan tersebut diantaranya Kauman, Patukangan, Ngilir dan Balok. Ketinggian air berkisar antara 30 centimeter hingga 50 centimeter. Banjir yang menggenang pada pagi hari ini membuat aktivitas warga menjadi terganggu.

Salah satu staf Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kantor Pemkab Kendal, Nita, mengatakan banjir yang menggenang di komplek kantor pemerintahan cukup mengganggu. Meskipun tidak masuk hingga ke gedung perkantoran, namun genangan air yang memenuhi jalan di komplek kantor membuat akses ke tempatnya bekerja menjadi tidak nyaman. “Saya terpaksa naik becak untuk masuk ke kantor. Sedangkan motor, saya titipkan di lokasi yang tidak terendam banjir,” tuturnya.

Sementara itu, seorang warga yang hendak menuju kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal, Muji Astuti, mengaku kesulitan karena harus menerjang genangan air yang ada di komplek perkantoran Pemkab Kendal. “Kalau seperti ini pelayanan terhadap warga menjadi terganggu. Warga yang akan mengurus pelayanan juga tidak dapat menikmati pelayanan dengan nyaman,” akunya.

Meskipun tidak menggenangi di dalam rumah warga, mereka mengaku menyesalkan upaya Pemkab Kendal yang tidak maksimal dalam menangani banjir. Pengerukan terhadap sedimentasi sungai yang dilakukan beberapa waktu lalu tidak menampakkan hasil.

”Empat kelurahan yang tergenang banjir hari ini merupakan daerah langganan banjir. Upaya Pemkab untuk membebaskan dari banjir masih menjadi janji belaka. Hal ini karena mereka tidak serius dalam melakukan penanganan. Nyatanya pengerukan kemarin tidak ada hasilnya,” ungkap Sutrisno warga Ngilir Kabupaten Kendal. (DK/pj)