Home Headline Ekskusi Lahan di Desa Sambiroto Blora Sempat Alot

Ekskusi Lahan di Desa Sambiroto Blora Sempat Alot

Ekskusi Lahan di Desa Sambiroto Blora Sempat Alot

BLORA, 30/6 (BeritaJateng.net) – Pengadilan negeri Blora Selasa, (29/6) menggelar ekskusi lahan di desa Sambiroto Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dalam ekskusi itu sempat alot, karena anak pemilik lahan tidak mau barang barang yang ada dirumah itu dikeluarkan dari rumahnya.

Bahkan Kepala desa Sambiroto, Sukarno, sempat meminta penundaan ekskusi karena masih pandemi takut terjadi kerumunan.

“Kami takut terjadi kerumunan karena pandemi covid 19, dan di Blora kasusnya semakin meningkat. Kami minta penundaan tapi tidak di kabulkan, ” ungkapnya.

Pihak Pengadilan tetap menggelar ekskusi, karena sudah ada petugas dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP yang siap mengamankan jalanya ekskusi.

Tim Jurusita Pengadilan Negeri Blora tetap melaksanakan ekskusi pada Selasa, 29 Juni 2021, menindkalanjuti Penentapan Ketua Pengadilan negeri tertanggal 3 Oktober 2019, Nomor : 03 /Pdt eks/2019/PN tentang Perintah untuk melaksanakan ekskusi pengosongan lahan SHM atas nama Suparmi.

Pengacara Damin mantan suami Suparmi, Riyanto, menceritkan asal mula peristiwa tersebut.

“Ini intinya pelelangan hak agunan, awalnya Suparmi itu pinjam ke Bank Danamon, karena wanprestasi lahan itu di lelang melalui pejabat lelang negara, yang dimenangkan oleh Sukoyo (60) warga Kecamatan Todanan. Ternyata lahan itu, statusnya masih gono gini dengan Damin. Sehingga Damin melakukan upaya hukum untuk menggugat Sukoyo (pemenang lelang), namun oleh Pengadilan Sukoyo menang dan dilakukan ekskusi, ” jelas Riyanto.

Ia meminta kepada masyarakat agar berhati hati jika memiliki Setipikat, supaya jangan mudah percaya meminjamkan sertipikat untuk agunan ke Bank ataupun perbank kan lainya.

Dalam ekskusi itu sempat alot, lantaran anaknya Damin bernama Nur Hasan kekeh, tidak mau melepaskannya.

Oleh Kepala Desa Sambiroto Sukarno, disaksikan Camat, Kapolsek Kunduran dan Danramil Kunduran serta Kabag Ops Polres Blora, mengambil kesepakatan bersama untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut.

“Tadinya anaknya gak mau pergi, hasil kesepakatan tadi anaknya yang benama Nur Hasan mau menebusnya dengan harga 250 Juta. Karena belum ada uang, diberi tempo 10 hari. Dengan jaminan mobil Inova saya sama BPKBnya seharga 100 juta,” paparnya.

Pihak pemenang lelangpun menyetujuinya. Lahan SHM atas nama Suparmi tidak jadi di ekskusi oleh Jurusita Pengasilan Negeri Blora. (Her/El)