Home Headline Eksekusi Mati Jilid 3 di Nusakambangan Segera Dilakukan

Eksekusi Mati Jilid 3 di Nusakambangan Segera Dilakukan

1192
Dermaga Wijaya Pura Cilacap - pintu masuk ke Nusakambangan mulai ramai menjelang eksekusi terpidana mati kasus narkoba.

Cilacap, 25/7 (BeritaJateng.net) – Setelah sempat tertunda, rencana esekusi mati terhadap belasan terpidana mati yang akan dilaksanakan di Pulau Nusakambangan dikabarkan bakal dilakukan dalam waktu dekat ini.

Kendati belum ada sumber resmi yang memastikan kabar ini, namun dari pantauan di lapangan, terhitung sejak Minggu (24/7) lalu, aktifitas aparat keamanan khususnya dijajaran Polri di wilayah Cilacap tampak lebih meningkat.

Banyak mobil dinas kepolisian yang terpantau hilir mudik di wilayah kota, baik dari Polres Cilacap maupun Polda Jateng. Kondisi ini bisa menjadi indikasi akan segera dilaksanakannya eksekusi mati di Nusakambangan. Indikasi lain dengan mulai ditutupnya Nusakambangan dari aktifitas kunjungan atau besuk keluarga napi yang menghuni seluruh LP dipulau penjara ini.

Pantauan di Dermaga Wijayapura sebagai pintu utama masuk ke Pulau Nusakambangan pada Senin (25/7), sejumlah warga yang hendak menyeberang ke Nusakambangan gagal untuk menemui anggota keluarganya yang sedang mendekam di LP Nusakambangan.

“Petugas jaga di dermaga tidak memberitahu apa alasannya. Tapi kita tidak dibolehkan masuk untuk membesuk keluarga” kata salah seorang calon pembesuk asal Sampang, Cilacap.

Kabar lain menyebut, aktifitas kunjungan keluarga napi ini dihentikan untuk sementara waktu dan dipastikan terkait erat dengan akan dilaksanakannya esekusi mati bagi sejumlah terpidana.

Salah seorang perempuan terpidana mati kasus narkoba Merry Utami juga dikirim ke Nusakambangan, Minggu (24/7). Merry dikabarkan masuk dalam daftar eksekusi tahap ketiga. Dia diboyong ke sel isolasi di LP Besi Nusakambangan dari tempat hunian sebelumnya di Lapas Wanita, Tangerang, Banten.

Kuatnya indikasi akan segera dilaksanakannya eksekusi mati itu juga ditandai dengan dijemputnya Zulfikar, terpidana mati kasus narkoba yang sejak 16 Mei 2016 lalu mendapatkan perawatan di RSUD Cilacap.

Pria berkebangsaan Pakistan itu juga masuk dalam daftar eksekusi mati tahap 3 yang dijemput petugas dari rumah sakit pada Senin (25/7). Ia langsung diseberangkan ke LP Batu Nusakambangan tempat sebelumnya mendekam menanti hukuman matinya. Di RSUD Cilacap ia dirawat karena komplikasi hepatitis, bronkitis, dan liver yang dideritanya selama ini. (BJ33)

Advertisements