Home Headline Eksekusi Jilid 3 Terpidana Mati Kasus Narkoba Semakin Dekat

Eksekusi Jilid 3 Terpidana Mati Kasus Narkoba Semakin Dekat

Dermaga Wijaya Pura Cilacap - pintu masuk ke Nusakambangan mulai ramai menjelang eksekusi terpidana mati kasus narkoba.

Cilacap, 26/7 (BeritaJateng.net) – Pelaksanaan eksekusi mati bagi terpidana kasus narkoba di Nusakambangan dipastikan dalam beberapa hari kedepan. Indikasi ini ditandai dengan banyaknya tamu terkait esekusi yang Selasa (26/7) siang terpantau mendatangi kantor Kejaksaan Cilacap.

Diantaranya ada perwakilan kedutaan besar (kedubes) dari sejumlah negara, beberapa orang kuasa hukum dan sejumlah keluarga terpidana mati yang kendaraannya sempat memenuhi halaman kantor Kejari.

Kedatangan para tamu ke kantor Kejari Cilacap itu dikabarkan untuk memenuhi undangan rapat dari pihak Kejagung. Rapatini terkait dengan persiapan eksekusi hukuman mati. Demikian pula dengan aparat keamanan yang tampak ikut membaur disekitar kantor Kejari.

Tak ketinggalan seorang rohaniawan asal Cilacap yang selama ini selalu mendampingi pelaksanaan eksekusi mati di Nusakambangan yakni KH.Hasan Makarim juga tampak diantara rombongan tamu tersebut.

Hanya saja saat diberondong pertanyaan oleh wartawan, Hasan enggan berkomentar. Menurut dia, kedatangan ke kantor Kejari itu karena diundang pertemuan. Namun katanya hanya sebatas pertemuan biasa saja.

“Di undang pertemuan biasa saja” tuturnya singkat.

Sebelumnya Hasan juga terpantau masuk ke Nusakambangan melalui Dermaga Wijayapura. Namun lagi-lagi saat dikonfirmasi ia mengaku kedatangannya ke pulau penjara itu untuk tugas rutinnya, apalagi ia sebagai koordinator rohaniawan se Lapas Nusakambangan. Sedikit pun ia tidak berkomentar soal pertanyaan rencana eksekusi tersebut.

Hanya saja, kedatangan para tamu ini semakin menguatkan dekatnya rencana eksekusi mati para para napi kasus narkoba di Nusakambangan.

Selain rohaniawan Hasan Makarim, di kantor Kejari juga terpantau masuknya seorang perempuan WNI yang tampak berjilbab dan menggendong seorang anak berkulit hitam. Di pintu Kejari, perempuan ini sempat tertahan petugas namun akhirnya diperbolehkan masuk setelah menunjukan sejumlah dokumen.

Dan perempuan yang diketahui adalah anggota keluarga salah satu terpidana mati itu terlihat memasuki Ruang Pos Pelayanan Hukum Gratis dan Pelayanan Informasi Publik Kejari. (BJ33)