Home Nasional Eks Gafatar Solo Raya Tuntut Janji Pemerintah

Eks Gafatar Solo Raya Tuntut Janji Pemerintah

Badruz Zaman saat memberikan keterangan pada pers.

SOLO, 17/10 (BeritaJateng.net) – Sejumlah anggota eks Gafatar yang tergabung dalam  Forum Komunikasi Korban Pengusiran Petani Mandiri (FKKP2M) meminta bantuan Peradi Solo untuk menuntut janji pemerintah.

Sebelumnya anggota eks Gafatar di pulangkan paksa oleh pemerintah dan dijanjikan akan diberlakukan sama tanpa ada tindakan diskriminasi untuk mengurus administrasi kependudukan seperti KTP dan KK.

Badrus Zaman, kuasa hukum yang ditunjuk eks anggota Gafatar menyatakan janji pemerintah ternyata belum terpenuhi. Kenyataannya di lapangan masih banyak perlakuan berbeda yang diterima oleh eks anggota Gafatar saat akan mengurus administrasi kependudukan.

Saat ini setidaknya ada sekitar 800 eks anggota Gafatar di Solo dan sekitarnya yang menuntut pemerintah agar diberi kemudahan dalam kepengurusan administrasi kependudukan dan diperlakukan sebagai warga negara Indonesia tanpa ada diskriminasi.

“Padahal mereka perlu mengurus KTP dan KK, salah satunya sebagai persyaratan untuk mendaftarkan sekolah anaknya,” ucap Badrus,  Senin (17/10/2016).

Semua itu lanjut Badrus sudah diatur dalam UUD 1945 dimana pemerintah wajib melindungi warga negaranya.

Salah satu eks Gafatar Tika Desi Tamaputri asal Banjarsari Solo mengakui dirinya pernah dipersulit saat akan mengurus administrasi kependudukan. Contohnya saat meminta surat pengantar dari RT.

“Saya diminta membuat surat pernyataan saya adalah eks anggota Gafatar,” ungkapnya.

Senada dengan Tika, Adi warga Ceper yang juga sempat berada di Kampung Pasir, Mempawah, Kalimantan Barat mengatakan masih banyak harta benda mereka yang ditinggal di sana.

Mereka menjual harta bendanya di kampung asal dan membeli tanah dari warga lokal. Sayangnya belum sempat menikmati hasilnya mereka terpaksa harus meninggalkan harta bendanya di Kalimantan.

“Setidaknya ada 120 motor dan empat mobil yang ditinggal disana,” terang Adi.

Warga eks Gafatar meminta agar harta benda mereka bisa diambil kembali. Karena itu harta pribadi mereka dan merupakan hasil keringat mereka sendiri. (Bj24)

Advertisements