Peluncuran Islamic Micro Finance di Temanggung Jadi Solusi Bangkitkan Ekonomi Desa

KH. Yacub Mubarok meresmikan Islamic Micro Finance Ksatria Indonesia Maju - Amanah Kita di Kantor Wilayah Temanggung.

TEMANGGUNG– Islamic Micro Finance (IMF), yang diharapkan mampu menjadi solusi membangkitkan perekonomian masyarakat desa, Sabtu (25/5) resmi diluncurkan di Kabupaten Temanggung.

Koordinator IMF Wilayah Temanggung, Miftahudin, menyampaikan bahwa ekonomi Temanggung akan berangsur meningkat dengan adanya IMF.

“IMF akan sangat membantu bagi semua warga maupun masyarakat semua kalangan. IMF diharapkan dapat menyelesaikan kesenjangan ekonomi dan sosial yang terjadi selama ini, memberikan peluang usaha baru, dan mendukung perekonomian lokal secara berkelanjutan,” kata Miftahudin ketika memberikan sambutan peluncuran IMF.

Penjabat Bupati Temanggung, Harry Agung Prabowo, yang sambutan tertulisnya disampaikan Dyah Sulistyowati M, ST., Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas berdirinya IMF di Temanggung.

Miftahuddin, Kepala Islamic Micro Finance Ksatria Indonesia Maju – Amanah Kita Kantor Wilayah Temanggung, memberikan sambutan.

 

“Semoga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan pelaku UMKM serta menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Pendiri Islamic Micro Finance (IMF) Ksatria Indonesia Maju – Amanah Kita, Amaluddin M, ST., berbagi pengalaman tentang bagaimana masyarakat dapat kokoh kembali dari usaha yang sempat down karena pandemi.

Amaluddin menjelaskan bahwa IMF telah membantu banyak pengusaha kecil untuk bangkit dan mengembangkan usaha mereka, khususnya di sektor sembako.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Merchant atau Warung Sembako Murah. Program ini diprogramkan oleh Ksatria Indonesia Maju – Amanah Kita (KIM-Amanah Kita), dirancang untuk membantu anggota baru yang ingin membuka usaha di bidang sembako.

“Program ini memberikan dukungan finansial dan pendampingan manajemen agar para pedagang dapat menjalankan bisnis mereka dengan lebih baik dan efisien,” tambah Amaluddin yang menyandang prestasi Pengusaha dan Developer Peringkat ke-3 Nasional ini.

Hadir dalam acara tersebut Rois Syuriyah PCNU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Temanggung, KH. Yacub Mubarok, atau yang akrab disapa Mbah Yacub.

Dalam sambutannya Mbah Yacub sebelum meresmikan Kantor Wilayah Temanggung menegaskan pentingnya IMF ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak.

“Temanggung itu memang daerah bermasalah, maka dibutuhkan sistem-sistem yang dapat mengatasi masalah. IMF (Islamic Micro Finance Ksatria Indonesia Maju Amanah Kita-red) ini adalah satu di antaranya. Insya Allah tidak hanya sekadar melayani masyarakat, tapi memberikan kesejahteraan dan kemakmuran,” ujar Mbah Yacub.

Mbah Yacub sebagai sesepuh di Kabupaten Temanggung, mengapresiasi hadirnya Kantor IMF di Temanggung untuk Wilayah Jawa Tengah. Karena penerapan Islamic Micro Finance di berbagai daerah di Indonesia oleh Ksatria Indonesia Maju – Amanah Kita menjadi bukti bahwa konsep ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Islamic Micro Finance berfokus pada pemberian pembiayaan mikro yang berbasis syariah, membantu usaha kecil dan mikro untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini sejalan dengan visi Sky Infrastruktur yang menekankan pada pembangunan yang adil dan inklusif.

Hendrik Efendi, Pimpinan PT. Juanindo, turut hadir pada kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa perusahaan akan ikut menjadi bagian dari langkah-langkah Ksatria Indonesia Maju – Amanah Kita.

“Saya berharap dapat bermanfaat untuk banyak orang, khususnya untuk Temanggung. Dengan dihadirkan produk-produk “Amalun” ini akan sangat membantu dan berkah bagi masyarakat. Kami siap berkolaborasi dan aktif bersama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Hendrik.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah dan sektor swasta, menambah optimisme terhadap keberhasilan IMF ini. Para pejabat dan kepala desa yang hadir berharap bahwa peresmian kantor wilayah ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengimplementasikan konsep Sky Infrastruktur melalui Islamic Micro Finance.

“Kami hadir di Temanggung sebagai sebuah solusi agar masyarakat mempunyai harapan yang lebih baik, karena kami datang dengan dasar syariah murni. Semua masyarakat dapat merasakan bagaimana Ta’awun yang berjalan, bisa membangun semua struktural yang berada di masyarakat. Dari pertanian sampai ke tingkatan yang lebih tinggi. Dan insya Allah IMF akan menjadi bagian dari besarnya masyarakat Temanggung untuk lebih maslahat,” ungkap Deka MR sebagai Pencetus konsepsi Sky Infrastruktur berkaitan dengan IMF.

Pengasuh Pesantren Al-Mujahidin Gondosuli Temanggung, KH Arif Zamzami, mengatakan, IMF ini benar-benar sesuai syariat Al Qur’an dan Sunnah.

“IMF akan menjadi solusi ummat terutama dalam ekonomi yang memiliki prinsif Islam, Antarodin minkum yang semua saling ridho dan akan mendapatkan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Gus Zamzam di Kantor Wilayah IMF Temanggung.

Dengan peluncuran ini diharapkan Islamic Micro Finance dapat menjadi tonggak baru dalam pembangunan ekonomi perdesaan di Temanggung, memberikan harapan dan solusi bagi masyarakat untuk bangkit, berkembang, maju dan berkelanjutan.(pul)

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup