Home Headline Edarkan Uang Palsu, Pemuda ini Dibekuk Polisi

Edarkan Uang Palsu, Pemuda ini Dibekuk Polisi

image

Jepara (14/4), beritajateng.net – Syaifudin alias Pupuk (25) warga RT 02 Rw 02 Desa Damarwulan Kecamatan Keling harus berurusan dengan aparat kepolisian Jepara.

Pemuda lulusan SLTP itu diamankan polisi, karena kedapatan mengedarkan uang palsu (upal) pecahan seratus ribuan. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan setidaknya  52 lembar upal pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 5,2 juta yang belum diedarkan.

“Selain barang bukti upal yang kita amankan, berdasarkan penyidikan yang dilakukan, upal yang sudah beredar di masyarakat ada sekitar Rp 20 juta, namun belum kita telusuri dimana transaksinya. Sejauh ini korban baru tiga orang,” ujar Kasat Reskrim Polres Jepara AKP I Wayan Suhendar, saat gelar perkara, Selasa (14/4) di Mapolres Jepara.

Suhendar menambahkan, terungkapnya kasus pengedaran upal ini, berawal saat tersangka menggunakan upal ini untuk membeli kayu sengon laut, sengon jawa dan mahoni pada Jum’at 27 Maret 2015, kepada beberapa korban yakni Jawut (41) warga RT 04 RW 01 Desa Tempur Kecamatan Keling, Beni Setiawan warga RT 02 RW 03 Desa Tempur Kecamatan Keeling serta untuk membayar hutang kepada Muh Mu’am.

Dari korban Jawut, lanjut Suhendar, polisi mengamankan upal sebanyak 12 lembar upal pecahan Rp 100 ribu, dari Beni Setiawan 24 lembar uang pecahan Rp 100 ribuan, sedangkan dari korban Suliyono Warga Desa Damarwulan Kecamatan Keeling, juga diamankan sebanyak 16 lembar upal pecahan Rp 100 ribu.

“Setelah bertransaksi jual beli kayu, korban merasa curiga dan menyadari jika uang yang diterima tidak seperti biasanya, kemudian dilaporkan sehingga diamankanlah tersangka ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Suhendar menjelaskan, upal yang diedarkan oleh tersangka ini tergolong kategori KW 2, atau masih cukup rendah kualitasnya. Hal ini bisa dilihat dari jenis kertas yang digunakan. “Yang kita amankan ini kualitasnya belum begitu baik, secara kasat mata saja sudah bisa kelihatan jika uang palsu,” imbuhnya.

Selain dari kertas yang digunakan, kata Suhendar, keganjilan dari upal yang diedarkan oleh tersangka ini yakni nomor seri yang sama. Upal senilai Rp 5,2 juta yang diamankan ini terdiri dari empat nomor seri masing- masing yakni EHE737183, EHE737181, EHE737173, EHE737138. “Saat ini kita masih mengembangkan kasus ini dan memburu pelaku-pelaku lainnya, termasuk diaman upal ini diproduksi,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Syaifudin mengaku baru beberapa hari mengedarkan upal ini. Tersangka mengaku mendapatkan upal ini dari seorang temannya di Kudus dengan perbandingan 1:5, atau setiap Rp 5 juta upal dibeli dengan Rp 1 juta uang asli. “Baru beberapa hari mas, uang tersebut saya dapat dari rekan saya di  Kudus,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka kini harus mendekam di tahanan Polres Jepara dan  dijerat dengan pasal 36 ayat 3 jo pasal 26 ayat 3 UU 17 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dan pasal 245 KUHP  dengan ancaman 15 tahun penjara. (BJ18)