Home Ekbis Durian Pendem Karanganyar Diandalkan Dongkrak PAD

Durian Pendem Karanganyar Diandalkan Dongkrak PAD

Asfirla, anggota DPRD Jateng.
Asfirla, anggota DPRD Jateng.
Asfirla, anggota DPRD Jateng.

KARANGANYAR, 12/3 (BeritaJateng.net) – Desa Pendem Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar dikenal karena menjadi sentra durian dan memiliki rasa khas. Durian dari daerah ini selalu dicari oleh masyarakat pecintanya terutama dari wilayah Surakarta dan sekitarnya.

Salah satu tempat yang menjadi pusat tanaman durian di Desa Pendem adalah Kebun Benih Hortikultura Ranukitri yang diharapkan bisa
mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Tengah. Di kebun ini terdapat tanaman durian sebanyak 944 pohon dan menempati
areal seluas 7 hektar.

Kepala Balai Benih Tanaman dan Holtikultura Surakarta Sarjananto mengungkapkan, pohon durian yang ditanam di kebun Pendem diharapkan
bisa menghasilkan PAD minimal sebanyak Rp. 3 miliar pada tahun 2020 mendatang.

“Tanaman durian di Kebun Pendem saat ini berusia 2 tahun. Kami perkirakan 2020 mendatang bisa berkontribusi terhadap PAD sebesar Rp.
3 miliar,” ungkapnya saat menerima kunjungan Komisi C DPRD Jateng, Kamis (12/3).

Saat ini, jelas Sarjananto, tanaman durian indukan yang terdapat di Kebun Pendem menghasilkan durian jenis Otong yang memiliki rasa khas
dan dicari para pecinta durian.

Kebun Pendem yang memiliki luas 16 hektar saat ini juga dikembangkan dengan tanaman jahe merah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga dan memiliki prospek yang cukup bagus dalam pemasarannya.

“Kami melakukan kerjasama dengan pihak ketiga mengembangkan jahe merah. Sementara ini baru 3000 meter yang kami gunakan. Itupun sudah
menghasilkan bagi hasil sebanyak Rp. 30 juta setiap tahunnya,” katanya.

Selain durian dan jahe merah, Kebun Pendem juga digunakan untuk budidaya tanaman Jamur, Sayur sayuran seperti cabe dan terong serta
Manggis dan Duku.

Kebun Benih Pendem Belum Dikelola Maksimal

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto menilai pengelolaan Kebun Benih Hortikultura Ranukitri di Desa Pendem Mojogedang Karanganyar belum maksimal. Hal ini terlihat dari masih banyaknya lahan yang kosong dan bisa digunakan untuk kegiatan lainnya.

“Ide wilayah ini dikembangkan untuk wisata alam dan hortikultura sangat bagus dan memiliki prospek yang baik,” ungkapnya, Kamis (12/3).

Menurut Asfirla, untuk mewujudkan hal itu perlu dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga agar pengelolaannya bisa maksimal. Salah satunya
diharapkan bisa melakukan kerjasama dengan Perusda Citra Mandiri yang memiliki pengalaman mengelola kepariwisataan.

Diakui oleh Ketua Komisi C ini, pengembangan Kebun Benih Hortikultura di Pendem sebagai tempat wisata memiliki kendala dalam hal payung
hukum. Namun dia yakin melalui kerjasama dengan perusda Citra Mandiri kendala tersebut bisa diatasi.

“Komisi C akan support pengembangan kearah itu, saya yakin bisa,” tegasnya.

Senada dengan Asfirla, Anggota Komisi C lainnya Yahya Haryoko mendukung ide pengembangan kawasan Kebun Benih Hortikultura ini
menjadi sarana rekreasi keluarga. Karena wilayah ini sangat potensial dan memiliki view yang indah.

“Kebun Benih ini merupakan aset Pemprov Jateng yang memiliki potensi sebagai sarana wisata keluarga dan berada di bawah naungan DPPAD
sebagai pengelola aset. Optimalisasi aset ini harus segera dilakukan,” ungkapnya.

Menurut Yahya, dengan dikembangkan menjadi sarana wisata, kebun ini bisa menambah PAD beberapa kali lipat karena kebutuhan rekreasi saat
ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat yang sehari hari sudah disibukkan dengan aktifitas pekerjaan.

Kebun Benih Ranukitri Desa Pendem ini memiliki wilayah seluas 16 hektar dan berada di perbukitan sehingga cocok dikembangkan sebagai
tempat rekreasi keluarga. Apalagi wilayah ini berdekatan dengan daerah wisata Tawangmangu sehingga mudah diakses wisatawan. (BJ13)