Home Hukum dan Kriminal Duh!! Tunggak Pajak, 14 Karaoke di Semarang Ditutup Paksa

Duh!! Tunggak Pajak, 14 Karaoke di Semarang Ditutup Paksa

Yustisi pajak di lakukan di tiga tempat karaoke yang menunggak pajak.

Semarang, 1/12 (BeritaJateng.net) – Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) kota Semarang, Rabu (30/11) dini hari melaksanakan operasi yustisi untuk yang ketiga kalinya menindak wajib pajak dari sektor hiburan Karaoke yang tidak taat Pajak.

Operasi Yustisi diikuti oleh tim gabungan dari DPKAD, Satpol PP, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar), Bagian Hukum setda Kota Semarang dan dari Pihak Kepolisian.

Dalam operasi Yustisi kali ini, kembali menutup 4 karaoke yang tidak membayar pajak hiburan, ke empat karaoke tersebut yakni Marina Beach Karaoke, Apel Karaoke Manyaran, Waels Karaoke dan Javanese Karaoke.

Kepada Wartawan Ketua Tim Yustisi Ellyasmara menyebutkan ke empat karaoke yang terpaksa harus tutup ini karena kebanyakan menunggak pajak berkisar antara 8 bulan hingga 2 tahun.

Tunggak Pajak, Tiga Karaoke di Semarang  Ditutup Paksa 
Tunggak Pajak, Karaoke di Semarang  Ditutup Paksa

Menurutnya saat ini dikota semarang ada 14 wajib pajak disektor Hiburan Karaoke yang belum melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak hiburan sebesar 25 persen dari omset perbulan.

“Operasi sengaja kami laksanakan malam sekaligus memberikan sosialisasi bagi masyarakat yang sedang menikmati hiburan karaoke  jika tempat karaoke yang digunakan tidak taat pajak. Padahal pengunjung dibebankan pajak,” ujar Elly.

Lebih lanjut, Ia menyayangkan kesadaran wajib pajak hiburan dalam membayar pajak masih sangat rendah, oleh karena itu kegiatan Operasi Yustisi yang dilaksanakan DPKAD ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran Wajib pajak.

“Bagi Wajib Pajak yang tidak membayarkan pajak hiburan yang sebenarnya dibebankan ke konsumen maka tempat hiburan yang bersangkutan akan di tutup. dari penegakan perda Pajak Hiburan No 5 tahun 2011 ini memang disebutkan bahwa dalam pasal 30, Walikota dapat mencabut izin pemilik usaha dan menutup tempat hiburan jika 2 bulan tidak membayar retribusi,” imbuhnya. (Bj/EL)