Home Lintas Jateng Duh!!! Ratusan Pekerja Proyek Relokasi Johar MAJT Belum Dibayar

Duh!!! Ratusan Pekerja Proyek Relokasi Johar MAJT Belum Dibayar

Tempat relokasi sementara pedagang Johar

SEMARANG, 20/1 (BeritaJateng.net)  – Polemik pengerjaan proyek pembangunan relokasi tahap II Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) hingga kini belum ada kejelasan. Diperkirakan ada ratusan pekerja yang mengerjakan proyek tersebut belum dibayar.

          Para pekerja tersebut berada di bawah sub kontraktor yang mengerjakan pekerjaan milik PT Uno Tanoh Seuramu. PT Uno sendiri telah resmi diputus kontrak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan 100 persen hingga batas waktu ketentuan.
            Hal itu mengakibatkan polemik intern antara PT Uno dengan para sub kontraktor. Para sub kontraktor hingga sekarang tidak dibayar oleh PT Uno. Tentu saja dampaknya sub kontraktor tidak bisa membayar pekerja.
             “Sampai sekarang belum ada kejelasan, kami para sub kontraktor sama sekali belum dibayar,” kata salah satu sub kontraktor pengurukan tanah, Adam.
             Dikatakannya, itu murni tanggungan PT Uno kepada para sub kontraktor. Pihaknya mengaku telah berkali ulang meminta kejelasan mengenai pembayaran dari PT Uno. Tetapi PT Uno tidak bisa memberi jawaban yang jelas mengenai pembayaran. “Kasihan para pekerja, mereka punya keluarga. Kami meminta agar Dinas Perdagangan membantu memediasi agar masalah ini tidak berlarut-larut. Paling tidak PT Uno harus dipanggil dinas,” katanya.
           Dikatakannya, pihak PT Uno hingga saat ini masih memiliki tanggungan membayar utang kepada para sub kontraktor. “Saya saja untuk pengurukan mengeluarkan modal kurang lebih Rp 300 juta, untuk sub kontraktor baja kurang lebih Rp 800 juta, sub kontraktor paving kurang lebih Rp 400 juta, saluran kurang lebih Rp 100 juta. Itu belum pekerja harian yang masih banyak belum terbayarkan,” katanya.
           PT Uno, kata dia, sebenarnya mau berkomunikasi. Tetapi mereka belum bisa memberi kejelasan. Alasannya, PT Uno mau menyelesaikan pertanggungjawaban dengan pihak Pemkot Semarang mengenai hasil pekerjaan yang bisa diselesaikan kurang lebih 93 persen. “Katanya mau diselesaikan dulu. Komukasi memang masih ada, tapi menentukan hari apa, tanggal berapa, bisa dibayar kan mereka enggak berani,” katanya.
           Pihak PT Uno mengaku masih akan menyelesaikan pekerjaan yang 93 persen.
Misalnya pengecoran dan perataan tanah. “Persoalannya kan ini ada banyak pekerja yang belum dibayar. Tenaga tukang batu aja hampir 200 pekerja,” katanya.
          Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menjelaskan belum dibayarnya para pekerja di proyek pembangunan relokasi tahap II Pasar Johar MAJT tersebut merupakan urusan PT Uno. “Mereka ada masalah intern. Itu bukan urusan kami,” katanya.
          Pihaknya telah memutus kontrak PT Uno Tanoh Seuramu karena tidak bisa menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen. Sudah meminta perpanjangan hingga 27 Desember 2017, tetapi tidak bisa menyelesaikan. Pekerjaan yang diselesaikan kurang lebih 93 persen. Sehingga pihaknya membayar PT Uno sesuai hasil pekerjaan yang bisa diseleaukan.
           “Pembangunan yang belum selesai hanya ada tiga los dan pemadatan paving. Karena masa kontrak sudah selesai, maka harus kami stop. Yang kami bayar adalah pekerjaan fisik yang telah selesai dikerjakan,” katanya.
           Pembangunan relokasi tahap II ini menggunakan anggaran APBD Kota Semarang senilai Rp 16,1 miliar. Batas akhir kontrak 21 Desember 2017 seharusnya sudah diselesaikan. Kontraktor PT Uno Tanoh Seuramu meminta perpanjangan hingga 27 Desember 2017, tetapi tidak bisa menyelesaiakan pekerjaan hingga 100 persen. (Bj/El)