Home Headline Duh… Jalur Pantura Demak Penuh Sampah

Duh… Jalur Pantura Demak Penuh Sampah

Memprihatinkan, sampah menumpuk di beberapa ruas jalan pantura Demak.

Demak, 21/2 (BeritaJateng.net) – Habis gelap terbitlah terang, mungkin pribahas ini kurang tepat untuk dikaitkan dengan permasalah kebersihan di Kabupaten Demak, dimana setelah Hujan berlalu bukan menimbulkan kesuburan, tetapi malah menimbulkan sampah dimana-mana.

Pemandangan yang kurang mengenakkan pandangan mata ini terjadi dijalur Pantura Demak, tepatnya sepanjang jalan raya Sayung, dimana tumpukan sampah berada di tepi jalan utama nasional ini.

Menurut salah satu warga Sidogemah Sayung, Ismail, mengatakan, dirinya
sengaja membuang sampah dipinggir jalan Pantura dan ironisnya persis dibawah baliho larangan membuang sampah.

“Memang saya sengaja membuang sampah dibawah baliho  larangan membuang sampah, sebabnya di sepanjang jalan ini tidak ada tempat
pembuangan sampah, biar saja nanti diambili petugas sampah, kalau
tidak ya biarkan saja,” tukasnya.

Keberadaan sampah ditepi jalur Pantura Sayung tersebut ternyata diamini oleh Sekertaris Komisi C DPRD Kabupaten Demak, Muhamad Abdul Malik. Harusnya kondisi seperti ini Pemerintah Kabupaten Demak, dalam hal ini Dinas Lingkungan hidup segera mungkin melakukan penanganan sampah tersebut, jika hal ini dibiarkan begitu saja tidak mencerminkan sebagai Demak Kota Wali.

“Sebetulnya jika Perdanya dijalankan, permasalahan sampah di Kabupaten
Demak tidak terjadi. Persoalan sampah tidak hanya pengelolaan saja, tetapi harus dipikirkan juga dampak lain dari sampah itu sendiri, seperti Kesehatan,” terang Malik.

Seharusnya, lanjut Malik, harus ada bak sampah disepanjang jalur Pantura Demak, terutama Sayung, hal ini menyebabkan masyarakat di sepanjang jalur tersebut membuang sampah dipinggir jalan bahkan ada juga yang dibakar, padahal membakar sampah bukan ditempat pembuangan sampah itu dilarang oleh Undang-undang.

“Harus ada bak sampah dijalur tersebut, nantinya sampah tersebutkan bisa diolah lagi, syukur-sukur bisa menghasilkan dari sisi ekonomi dan hal tersebut seharusnya dinas terkait menggandeng masyarakat disekitar,” tegas Malik.

Malik menambahkan, sekarang ini di Kabupaten Demak Tempat Pembuangan
Sampah Terpadu (TPST) tidak merata, dari 14 Kecamatan hanya ada 4 TPST
seperti di Kecamatan Sayung, Mranggen, Tpst tempat pengelolaan sampah teerpadu, tidak merata, Mranggen, Wonosalam, Sayung, dan Demak Kota.

“Idealnya ada 2 TPST di setiap Kecamatan,” pungkas Malik.
(Bw/El)

 

Advertisements