Home Hukum dan Kriminal Duh Dua Pelajar Mencuri Penambat Rel Saat Jam Istirahat

Duh Dua Pelajar Mencuri Penambat Rel Saat Jam Istirahat

image
Ilustrasi

Purwokerto, 25/11 (Beritajateng.net) – Dua pelajar salah satu madrasah tsanawiyah (MTs)di Desa Babakan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tertangkap tangan oleh petugas PT Kereta Api Indonesia saat sedang mencuri penambat rel KA di jalur III emplasemen Stasiun Karanggandul.

“Dua pelajar itu berinisial Fz A (13) serta Rz A (13), warga Desa Babakan. Mereka yang masih mengenakan seragam sekolah tertangkap tangan oleh petugas pada hari Senin (24/11),” kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Surono, di Purwokerto, Selasa.

Menurut dia, penangkapan terhadap dua pelajar tersebut dilakukan saat Kepala Stasiun Karanggandul Hari Mulyawan melakukan pengintaian setelah menerima laporan mengenai hilangnya 29 buah penambat rel di jalur I, II, dan III emplasemen Stasiun Karanggandul.

Dalam hal ini, kata dia, aksi pencurian penambat rel dilakukan dua pelajar tersebut saat jam istirahat sekolah.

“Saat itu, Kepala Stasiun Karanggandul melihat dua pelajar tersebut menuju jalur KA dan berusaha melepas penambat rel dengan cara memukulnya menggunakan batu. Kedua pelajar tersebut segera diamankan dan diserahkan kepada Perwira Pembina Polisi Khusus Kereta Api Daop 5 Purwokerto,” katanya.

Ketika diinterogasi oleh Pabin Polsuska Daop 5 Purwokerto, kata dia, dua pelajar tersebut mengakui bahwa selama ini, mereka bersama enam rekannya, AM, PS, MP, MH, AF, dan SS yang melakukan pencurian penambat rel di Stasiun Karanggandul.

“Berdasarkan pengakuan mereka, penambat rel hasil curian tersebut selanjutnya dijual dengan harga berkisar Rp1.500-Rp5.000 per buah kepada Rhm yang berprofesi sebagai pemecah batu dan Is yang berprofesi sebagai tukang rongsok. Uang hasil penjualan penambat rel itu mereka gunakan untuk jajan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa dua pelajar yang tertangkap tangan mencuri penambat rel beserta enam rekannya yang diduga turut melakukan pencurian itu selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Sektor Karanglewas untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami sangat menyayangkan lemahnya pengawasan pihak sekolah sehingga sampai terjadi kasus siswa mencuri alat-alat prasarana kereta api saat jam sekolah. Kami berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kejadian ini serta mencari dalang di balik pencurian pandrol rel yang melibatkan pelajar,” katanya.

Lebih lanjut, Surono mengatakan bahwa aksi pencurian penambat rel sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api meskipun harga pandrol rel itu tidak seberapa.

Menurut dia, penambat rel atau pandrol berfungsi sebagai pengikat antara rel dan bantalan.

“Jika ada beberapa titik pada jalur rel yang terlepas atau tanpa pandrol pengikat, berpotensi menyebabkan berubahnya lebar jalur rel. Lebar rel yang berubah tidak sesuai standar akan menyebabkan anjloknya roda KA,” katanya.

Ia mengatakan jika kereta api itu anjlok saat melaju kencang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal karena KA itu bisa terguling dan berpotensi menimbulkan korban dengan jumlah besar lantaran jumlah penumpang setiap KA rata-rata 800 orang.

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli keamanan di sepanjang lintasan jalur rel guna mencegah terjadinya pencurian serupa.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Polsek Karanglewas Ajun Komisaris Polisi Sus Irianto mengatakan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan kasus pencurian penambat rel KA tersebut dari Pabin Polsuska Daop 5 Purwokerto.

Menurut dia, pihaknya telah memberikan pembinaan terhadap para pelajar yang terlibat dalam kasus pencurian penambat rel itu dan selanjutnya mereka dikembalikan kepada orang tua masing-masing. (ant/pj)