Home Ekbis Duh Bandara Adi Soemarmo Terus Merugi

Duh Bandara Adi Soemarmo Terus Merugi

image

Solo, 4/6 (Beritajateng.net) – Kondisi Bandara Adi Soemarmo Solo semakin merugi dipicu dengan sepinya maskapai yang membuka jalur penerbangan di bandara tersebut. Kerugian mencapai rata-rata Rp 20 miliar per tahun. Di tahun 2014 bahkan  merugi hingga Rp 26 miliar.

Sulitnya untuk meloby maskapai agar bisa membuka jalur penerbangan di kota Solo sangat memberatkan. Hal tersebut diungkapkan oleh General Manager Bandara Adi Soemarmo Abdullah.

Saat ini lanjut Abdullah Bandara Adi Soemarmo yang diresmikan oleh Presiden SBY tahu 2009 lalu hanya melayani tujuh maskapai yaitu Garuda Indonesia Sriwijaya Air Maskapai Lion Air, Batik Air, juga  Trigana Air dan Indonesia Air Transpot (IAT) melayani penerbangan ke Pangkalan Bun (Kalimantan) pada hari tertentu.

“Sedangkan Adi Soemarmo hanya ada satu maskapai yakni Air Asia yang  melayani satu penerbangan internasional  dengan rute Solo-Kuala Lumpur (Malaysia) dan Solo-Singapura, masing-masing sehari sekali,” jelas Abdullah kepada wartawan di Solo Jawa Tengah.

Abdullah menyebutkan, jadwal penerbangan tersebut berbanding terbalik dengan jumlah jadwal penerbangan di  Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta dan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Sebelumnya lanjut Abdullah memang ada beberapa maskapai lain yang juga membuka rute penerbangan dari Solo. Namun akhirnya harus menutup rutenya karena sepinya penumpang.

“Karena itu untuk  menekan pengeluaran agar kerugian tidak terlalu besar, bandara melakukan efisiensi dan menghentikan investasi. Memang tidak bisa sekaligus, sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Selain itu lanjut Abdullah pihaknya juga terus melakukan pendekatan pada beberapa maskapai lain dan meyakinkan agar mereka mau membuka rute  penerbangan di Bandara Adi Soemarmo Solo (BJ24).