Home Hukum dan Kriminal Dugaan Pungli Sekolah Dilaporkan Kejaksaan

Dugaan Pungli Sekolah Dilaporkan Kejaksaan

SOLO, 26/8 (BeritaJateng.net) – Maraknya pungutan sekolah berkedok sumbangan dan penjualan seragam sekolah di kota Bengawan mendapat banyak keluhan dari masyarakat. Bahkan LSM Lapaan RI sudah melaporkan adanya dugaan penyelewengan tersebut.

Ketua LSM Lapaan RI Kusumo Putro menegaskan ada dugaan penjualan seragam sekolah dan pungutan berkedok sumbangan di Sekolah Menengah Negeri di Kota Solo. Terkait pembelian seragam sudah diatur UU Permendikbud 45/2014, dan itu sudah sangat jelas.

“Selama beberapa tahun 2016 – 2017 di Kota Solo banyak dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan pendidikan,” jelas Kusumo kepada Beritajateng.net Jumat (26/8/2016).

Bahkan pungutan itu dianggap benar dan legal dengan mengatasnamakan Komite Sekolah. Dinas Pendidikan Solo ada baiknya mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah, untuk melarang pungutan selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Selama ini tahun ajaran baru menjadi momok bagi orang tua. Mereka harus menyediakan uang dengan nominal cukup besar,” lanjut Kusumo.

Setidaknya lanjut Kusumo, orang tua harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk bisa memasukkan anaknya ke sekolah negeri favorit di kota Bengawan. Nominalnya bervariasi, kisaran Rp. 3,5 juta bahkan lebih.

Sekolah tersebut sekolah negeri yang dibiayai pemerintah. Berbeda dengan sekolah swasta yang sebagian besar biayanya dari yayasan atau swadana. Itu tidak jadi soal, namun ini merupakan sekolah negeri yang notabenenya milik perintah.

“Wilayah lain yang Kabupaten bisa menggratiskan biaya sekolah seluruh siswanya. Mungkin hanya membeli seragam tanpa pungutan uang gedung. Contohnya saja Karanganyar. Kenapa yang setingkat Kodya tidak bisa,” lanjut Kusumo.

Terkait sumbangan uang gedung yang dibebankan pada wali murid dengan nominal diatas standart seharusnya tidak dilakukan. Sumbangan idealnya tidak ditentukan jumlahnya dan yang utama harus sesuai kemampuan orang tua siswa.

“Bukannya malah disodorkan lembaran berisi pilihan nominal sumbangan, itu namanya pemaksaan meski nilai sumbangan yang ditawarkan beragam,” tegas Kusumo.

Kusumo juga sampaikan, pihaknya sudah melaporkan dugaan penjualan seragam sekolah dan penarikan sumbangan di Sekolah Menengah Negeri di Kota Solo pada Kejari Solo. Bahkan berkas pelaporan sudah diterima oleh Kejaksaan Negeri kota Solo.

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Surakarta, Kurniawan S.H membenarkan adanya berkas pelaporan dari salah satu LSM kota Solo, yang melapor adabya dugaan pungli terkait adanya penarikan sumbangan uang sekolah dan praktek jual beli seragam sekolah yang dinilai telah melanggar peraturan.

“Kita terima dan akan kita koordinasikan dan segera kita lanjuti pelaporan ini,” jelasnya singkat. (Bj24)