Home Hukum dan Kriminal Dugaan Penyimpangan Anggaran PAUD, Disdik Karanganyar di Laporkan Kejari

Dugaan Penyimpangan Anggaran PAUD, Disdik Karanganyar di Laporkan Kejari

Penyerahan berkas pelaporan ke Kejari Karanganyar

KARANGANYAR, 11/2 (BeritaJateng.net) – Terindikasi dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang, Ormas LAPAAN – RI laporkan Dinas Pendidikan Karanganyar terkait penyaluran dana Hibah BOP PAUD dari Anggaran berasal hibah APBN yang disalurkan melalui APBD.

Ketua Ormas LAPAAN – RI Kusumo Putro jelaskan berdasarkan data yang ada jumlah penerima dana hibah BOP PAUD di Kabupaten  Karanganyar sebanyak 612 PAUD dari total PAUD yang jumlahnya mencapai 923 PAUD.

Sedangkan dana PAUD yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pendidikan mencapai Rp. 11,2 Miliar untuk tahun 2016.

LAPAAN – RI menilai dana hibah yang disalurkan oleh Dinas Pendidikan banyak menemui kejanggalan. Pihaknya beranggapan ada dugaan mal-administrasi. Yang artinya adalah penggunaan dana PAUD tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) yang ada di Kementrian Pendidikan. Salah satu diantaranya banyak PAUD di Karanganyar yang tidak memiliki badan hukum.

“Dan anggaran dana hibah yang besarnya lebih dari Rp. 11,2 Miliar ini pemanfaatan anggaran tersebut perlu dipertanyakan dari PAUD penerima anggaran,” jelas Kusumo kepada wartawan di Kejari  Karanganyar, Jumat (10/2/2017).

Selain itu banyak temuan bukti di lapangan bahwa banyak kesalahan dalam penggunaan anggaran. Misalkan terkait masalah pembelian buku. Pembelian buku harus sesuai dengan anak usia PAUD. Dan tidak diperbolehkan untuk pembelajaran ‘calistung’ (membaca, menulis dan berhitung). Buku itu tidak sesuai dengan peruntukan anak usia PAUD.

Seharusnya yang dibeli buku pembelajaran seperti mengenal bentuk, mengenal warna, dan juga melihat bentuk binatang dan sebagainya. Namun kenyataanya yang dibeli adalah buku perpustakan.

“Kita berharap ini (pelaporan) menjadi pintu masuk yang baik. Bahwa anggaran negara jangan dimainkan dan anggaran negara l dari uang rakyat jangan dipermainkan,” ujar Kusumo.

Bahkan Kusumo juga tegaskan akan menunggu hingga satu bulan mendatang. Seandainya belum ada tindakan lebih lanjut pihaknya akan membawa kasus ini ke lembaga yang lebih tinggi, yaitu Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Sementara itu Kasi Pidana Khusus Hanung Widyatmaka mengapresiasi siapapun baik warga maupun  kelompok masyarakat yang memberikan informasi kepada Kejaksaan.

“Nanti laporan itu akan kita sampaikan pada Kajari terkait dengan penyaluran anggaran untuk PAUD 2016,” jelas Hanung.

Dari laporan LAPAAN yang diterima Kejaksaan,  anggaran PAUD sebesar Rp. 11,2 Miliar ini memang tersalurkan. Namun ada beberapa yang tidak memenuhi syarat untuk menerima dana hibah.

“Seperti misalnya belum berbadan hukum. Tapi nanti kita telah pengaduannya. Jika perlu kita tinjau ke lapangan kita akan turun,” pungkas Hanung. (DB/EL)

Advertisements