Home Hukum dan Kriminal Duet Maut Pencuri AC ATM, Dibekuk Polisi

Duet Maut Pencuri AC ATM, Dibekuk Polisi

Semarang, 22/02 (Beritajateng.net) – Aparat Polrestabes Semarang, berhasil meringkus dua pelaku spesialis pencurian mesin AC, dengan sasaran mesin AC yang berada di Anjungan Tunai Mandiri (ATM), di sejumlah wilayah di Kota Semarang. Selain para pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barangbukti, berupa mesin outdoor AC dan tanaman hasil curian, serta peralatan yang digunakan untuk melancarkan aksi pencurian tersebut.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat Gelar Kasus Pencurian AC
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat Gelar Kasus Pencurian AC

Kedua pelaku itu bernama Sukarno (42), warga Mlatiharjo, Semarang Utara dan Ustaqfirin (36) warga Mranggen, Demak. Keduannya berhasil ditangkap usai melakukan aksi pencurian AC ATM di wilayah Woltermongisidi, Kota Semarang.

Kedua pelaku ini, tidak mengenal waktu dan tidak juga pilih pilih sasaran,karena selain di ATM, kedua pelaku spesialis pencuri AC ini juga mencari sasaran di tempat lain seperti perkantoran dan toko. Dari pengakuan salah satu pelaku, yaitu Sukarno, diketahui bahwa ia sudah satu bulan lebih melakukan aksi pencurian mesin AC di sejumlah wilayah di Kota Semarang. Sukarno memilih AC karena mudah dijual dan cepat menghasilkan uang, karena peminat selalu saja ada.”Saya milih AC karena cepet laku dan mudah untuk dijual. Pasti ada yang membeli AC yang yang saya curi ini,” aku Sukarno.

Kapolrestabes Semarang, Komber Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan, pelaku sudah beraksi sebanyak 23 kali di wilayah hukum Polrestabes Semarang. “Dia sudah 23 kali mencuri di 23 tempat yang berbeda dan semuanya di Kota Semarang, namun tetap kita akan kembangkan, karena siapa tahu ada lagi lokasi yang belum diakuinya,” ungkap Kapolrestabes.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil pencurian berupa 47 buah AC, baik indor maupun outdoor. Sejumlah pot tanaman hias,mobil serta perlengkapan yang digunakan untuk melakukan aksinya. Atas perbuatannya tersengka dijerat Pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.(BJ/NG)

Advertisements