Home Ekbis Dua Hotel di Purwokerto Salahi Aturan

Dua Hotel di Purwokerto Salahi Aturan

image
Hotel Dominic

Purwokerto, 3/1 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan dua hotel di kota Purwokerto menyalahi peraturan daerah terkait dengan izin mendirikan bangunan serta izin usaha hotel dan penginapan.

“Oleh karena itu, kami akan menyegel dua hotel tersebut pada hari Senin (5/1),” kata Sekretaris Daerah Banyumas Wahyu Budi Saptono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu.

Dia mengatakan dua hotel di kota Purwokerto yang akan ditutup, yakni Hotel Dominic di Jalan Komisaris Bambang Suprapto dan Hotel Wisata Niaga di Jalan Merdeka.

Hotel Dominic akan disegel karena telah membangun dan mengoperasionalkan bangunan tujuh lantai tanpa IMB dan IUHP.

“IMB yang dimiliki Hotel Dominic adalah atas nama Hotel Widodo Asli dan hanya empat lantai tetapi tidak memberitahukan dan meminta persetujuan Bupati Banyumas mengganti atau memindahtangankan nama sebagaimana ketentuan Pasal 124 Perda Nomor 3 Tahun 2011 serta Pasal 16 dan Pasal 17 Perda Nomor 3 Tahun 2009. Kami telah memberi teguran kepada pemilik Hotel Dominic sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal 31 Mei 2013, 27 Oktober 2014, dan 10 November 2014 tetapi tetap membandel,” katanya.

Hotel Wisata Niaga, kata dia, akan disegel karena melakukan pelanggaran pelaksanaan pembangunan tidak sesuai dengan IMB, yakni membangun lima lantai dari tiga lantai yang diizinkan serta tidak memiliki IUHP untuk dua lantai tersebut namun sudah mengoperasionalkan seluruhnya.

Pihaknya telah memberi teguran kepada pemilik Hotel Wisata Niaga sebanyak tiga kali, yakni pada 26 Oktober 2010, 1 Februari 2011, dan 10 Februari 2011 namun hingga sekarang mereka masih tetap beroperasi.

Selain sanksi administrasi berupa penutupan dan penyegelan terhadap kedua hotel tersebut, Pemkab Banyumas juga akan membekukan dan mencabut IMB serta sanksi denda paling banyak 10 persen dari nilai bangunan gedung yang sedang atau sudah dibangun dan dibayarkan kepada kas daerah.

“Apabila tidak memenuhi kewajibannya maka bangunan gedung akan dibongkar,” katanya.

Wahyu mengatakan penyegelan terhadap dua hotel tersebut merupakan upaya Pemkab Banyumas menegakkan peraturan daerah (perda) dalam rangka menyelesaikan permasalahan lama, mengingat Hotel Wisata Niaga berdiri pada 2010 dengan IMB Nomor 503/IMB/B/065/BPMPP/2010 pada 12 April 2010 untuk ketinggian bangunan tiga lantai, sedangkan Hotel Widodo Asli atau Hotel Dominic berdiri pada 2011 dengan IMB dikeluarkan pada 19 November 2011 untuk ketinggian bangunan empat lantai.

Terkait dengan masa depan kedua hotel tersebut pascapenyegelan, Pemkab Banyumas segera memproses lebih lanjut IMB atas bangunan gedung yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, setelah kedua pemilik hotel bersedia memenuhi dan menaati sanksi administrasi dan membayar denda.

Pihaknya telah membahas permasalahan kedua hotel tersebut dalam rapat koordinasi pada Jumat (2/1) yang dihadiri sejumlah petinggi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, Kejaksaan Negeri Purwokerto, serta pemilik Hotel Dominic Candra Cahyadi, dan pemilik Hotel Wisata Niaga Agung Suliantoro.

Dalam rapat koordinasi tersebut, kata dia, kedua pemilik hotel akan menaati seluruh ketentuan yang berlaku, baik sanksi administrasi maupun denda, dan selanjutnya akan memproses seluruh perizinan.

“Bupati Banyumas hanya akan menegakkan perda dan menyelesaikan permasalahan pelanggaran masa lalu sehingga ke depannya diharapkan tidak ada lagi kegiatan yang bertentangan dengan peraturan,” katanya.(ant/Bj02)

Advertisements