Home News Update Dua Fraksi DPRD Banyumas Tolak Usulan Penyertaan Modal PDAM Rp 15 M

Dua Fraksi DPRD Banyumas Tolak Usulan Penyertaan Modal PDAM Rp 15 M

699
ilustrasi

Purwokerto, 25/7 (BeritaJateng.net) – Fraksi PDIP dan Fraksi PKS DPRD Banyumas menolak usulan penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria sebesar Rp 15 miliiar pada tahun anggaran 2017. Sementara empat fraksi lainnya mendukung penyertaan modal tersebu, namun disertai catatan.

Alasan peniolakan dua fraksi yang disampaikan dalam sidang paripurna, Senin (25/7) ini, terkait pelayanan PDAM yang dinilai belum maksimal dan masih banyak dikeluhkan masyarakat. Selain itu, juga karena masalah teknis, dimana penyertaan modal tersebut belum masuk dalam keputusan Program Pembentukan Legislasi Daerah (Properda) 2016.

Juru bicara Fraksi PDIP, Samsudin menjelaskan, Raperda Penyertaan Modal PDAM tidak tercantum dalam Keputusan DPRD Kabupaten Banyumas Nomor 61 Tahun 2015 tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah, sehingga belum bisa diajukan sebagai raperda.

Alasan yang sama juga disampaikan Fraksi PKS melalui juru bicaranya, Mufarikhan.

“Fraksi PKS menolak pengajuan raperda penyertaan modal PDAM ini dan meminta sidang paripurna untuk membatalkannya,” katanya.

Sementara itu, Fraksi Gerindra meskipun memberikan dukungan untuk penyertaan modal PDAM, namun dengan catatan PDAM agar meningkatkan pengelolaan dan pelayanan terhadap masyarakat. Juru bicara Fraksi Gerindra, Saefudin menyampaikan, harus ada penekanan terhadap PDAM agar meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.

Fraksi Golkar Demokrat, melalui juru bicaranya, Wahyu Indra Gandi meminta penjelasan terhadap PDAM, terkait sambungan air bersih untuk warga kurang mampu. Gandi juga meminta agar PDAM memaparkan road map (perencanaan) target per tahun dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Fraksi Golkar Demokrat mendukung penyertaan modal untuk PDAM, namun dengan catatan PDAM harus menjelaskan berapa target tahunan yang ditetapkan, berapa persen cakupan yang menjadi tugas dari PDAM serta bagaimana pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang kurang mampu,” katanya. (BJ33)

Advertisements